Polri minta Kemenkes pastikan RS yang disidak sediakan vaksin asli
Sejauh ini sudah 15 orang ditetapkan sebagai tersangka vaksin palsu.
Bareskrim Mabes Polri meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk menarik semua jenis vaksin palsu yang tersebar baik di rumah sakit (RS), klinik, apotek dan tempat penyedia prasarana kesehatan lainnya. Kemenkes juga diminta memastikan stok vaksin di sejumlah tempat yang telah disidak asli.
"Iya. Saya rasa sekarang udah dilakukan itu. Kemenkes sudah memastikan rumah sakit bahwa stoknya itu asli," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Agung Setya di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (29/6).
Agung mengimbau agar semua pihak mau melaporkan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) jika memang ditemukan vaksin palsu.
"Bila menemukan yang enggak asli maka harus melaporkan ke BPOM dan nanti akan ditangani," ujar dia,
Agung mengatakan satgas khusus untuk membongkar sindikat vaksin palsu yang baru dibentuk sudah berjalan. Saat ini, tim satgas khusus tengah mengumpulkan data terkait temuan BPOM mengenai vaksin palsu tersebut.
"Kami dengan satgas nanti mengumpulkan data itu dan akan liat datanya seperti apa dan kita tentukan langkahnya seperti apa," ucap Agung.
Baca juga:
Bareskrim dalami keterlibatan rumah sakit di kasus vaksin palsu
Wali Kota Banda Aceh pastikan RS pemerintah tak gunakan vaksin palsu
Wagub Jabar nilai pembuat vaksin palsu sama dengan pembunuh balita
KPAI desak pemerintah usut kasus vaksin palsu secara transparan
13 Tahun vaksin palsu beredar, kinerja Kemenkes & BPOM dipertanyakan
Medan belum dinyatakan bebas vaksin palsu
DPR desak Kemenkes umumkan rumah sakit pengguna vaksin palsu