Polres Sigi Gelar Operasi Ketupat Tinombala, Pastikan Mudik Lebaran 2026 Aman
Polres Sigi resmi memulai Operasi Ketupat Tinombala 2026 untuk memastikan kelancaran dan keamanan arus mudik serta perayaan Idul Fitri, dengan 140 personel disiagakan.
Kepolisian Resor (Polres) Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), secara resmi memulai Operasi Ketupat Tinombala 2026 pada Jumat, 13 Maret 2026. Operasi ini bertujuan untuk mengamankan perayaan Idul Fitri 2026 serta memastikan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran. Sebanyak 140 personel gabungan akan bertugas selama 13 hari ke depan untuk menjaga ketertiban umum.
Pelaksanaan Operasi Ketupat Tinombala ini akan berlangsung hingga tanggal 25 Maret 2026 di seluruh wilayah Kabupaten Sigi. Fokus utama operasi adalah menciptakan kondisi aman dan nyaman bagi masyarakat yang akan merayakan Lebaran atau melakukan perjalanan mudik. Ini merupakan komitmen Polres Sigi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada warga.
Dalam upaya pengamanan tersebut, Polres Sigi mendirikan tujuh pos yang terdiri dari pos pengamanan (Pospam) dan pos pelayanan (Posyan) di berbagai titik strategis. Selain itu, layanan penitipan kendaraan juga disediakan di enam lokasi berbeda untuk memudahkan pemudik. Langkah-langkah ini diambil untuk meminimalisir potensi gangguan keamanan dan kelancaran lalu lintas.
Fokus Pengamanan dan Kolaborasi dalam Operasi Ketupat Tinombala
Kapolres Sigi AKBP Kari Amsah Ritonga menjelaskan bahwa Operasi Ketupat Tinombala melibatkan 140 personel gabungan yang disebar di tujuh pos. Personel tersebut ditempatkan di satu pos pelayanan dan enam pos pengamanan yang tersebar di wilayah Kabupaten Sigi. Penempatan pos ini strategis untuk menjangkau area keramaian dan jalur mudik utama.
Operasi ini tidak hanya melibatkan anggota Polres Sigi, tetapi juga didukung penuh oleh berbagai instansi terkait. TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Jasa Raharja, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta Dinas Pemadam Kebakaran turut berpartisipasi. Kolaborasi ini bertujuan untuk menciptakan sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Selain itu, Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan juga menjadi bagian integral dari tim gabungan ini. Kehadiran mereka memastikan aspek kelancaran lalu lintas dan kesiapan layanan kesehatan selama periode mudik Lebaran. Sinergi antarlembaga ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
AKBP Kari Amsah Ritonga menegaskan bahwa operasi ini merupakan bagian dari arahan Mabes Polri bahwa seluruh polres dan polsek jajaran harus menyediakan layanan penitipan kendaraan bagi masyarakat. Tujuannya adalah memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat selama perayaan hari besar keagamaan. Semua pihak bekerja sama untuk menjamin kelancaran arus mudik dan keamanan di Sigi.
Layanan Penitipan Kendaraan untuk Kenyamanan Pemudik
Sebagai bentuk pelayanan tambahan, Polres Sigi menyediakan layanan penitipan kendaraan bermotor gratis bagi masyarakat yang mudik. Layanan ini sangat membantu bagi warga yang khawatir meninggalkan kendaraan mereka di rumah dalam waktu lama. Inisiatif ini sesuai dengan arahan dari Mabes Polri.
Terdapat enam lokasi yang ditunjuk sebagai tempat penitipan kendaraan selama Operasi Ketupat Tinombala berlangsung. Lokasi-lokasi tersebut meliputi Polres Sigi, Polsek Biromaru, Polsek Dolo, Polsek Marawola, Polsek Kulawi, dan Polsek Palolo. Penempatan di polsek-polsek ini bertujuan untuk memudahkan akses masyarakat dari berbagai wilayah.
Masyarakat yang ingin memanfaatkan fasilitas penitipan kendaraan ini hanya perlu memenuhi persyaratan sederhana. Mereka wajib membawa fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemilik kendaraan dan fotokopi Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Proses ini dirancang agar cepat dan tidak merepotkan warga.
Layanan penitipan kendaraan bermotor ini akan tersedia sepanjang periode mudik Lebaran 2026. Hal ini memberikan jaminan keamanan ekstra bagi kendaraan yang ditinggalkan pemiliknya. Polres Sigi berharap fasilitas ini dapat mengurangi beban pikiran pemudik terkait keamanan aset mereka.
Sumber: AntaraNews