Polres Garut Sukses Dukung Swasembada Pangan, Hasil Panen Jagung Capai 326 Ton
Polres Garut berhasil menyerap 326 ton jagung dari program swasembada pangan hingga Juni 2026, menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Kepolisian Resor Garut menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung program swasembada pangan nasional. Sejak Januari hingga Juni 2026, Polres Garut telah berhasil membantu penyerapan hasil panen jagung. Total jagung yang diserap mencapai 326,250 ton dari lahan binaan di Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Capaian signifikan ini merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk mengawal dan memastikan keberlanjutan produksi pangan lokal. Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan hasil panen, tetapi juga pada kesejahteraan petani. Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan di tingkat daerah maupun nasional.
Kepala Seksi Humas Polres Garut, Ipda Susilo Adhi, pada Sabtu (13/6), menegaskan bahwa dukungan ini merupakan langkah konkret. Seluruh jajaran kepolisian di tingkat polsek turut diterjunkan ke lapangan. Mereka aktif membantu petani dalam proses penanaman jagung.
Target dan Capaian Produksi Jagung Polres Garut
Polres Garut menargetkan produksi jagung sebanyak 2.500 ton dari lahan binaan seluas 1.714 hektare sepanjang tahun 2026. Hingga pertengahan tahun ini, capaian produksi jagung dari petani binaan Polres Garut sudah mencapai 13 persen. Angka ini menunjukkan progres positif dari program yang dijalankan.
Meskipun baru mencapai 13 persen, Polres Garut tetap optimistis dapat memenuhi target produksi jagung yang telah ditetapkan. Dengan dukungan penuh dari jajaran kepolisian, diharapkan sisa target dapat tercapai. Ini akan berkontribusi besar terhadap ketersediaan jagung di wilayah Garut.
Program swasembada pangan jagung ini melibatkan berbagai wilayah di Kabupaten Garut. Fokus utama adalah pada peningkatan produktivitas lahan. Hal ini dilakukan melalui pendampingan intensif kepada para petani.
Peran Kepolisian dalam Penyerapan Hasil Panen Jagung
Polres Garut tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga pada aspek penyerapan hasil panen jagung. Jagung yang dipanen oleh petani binaan langsung dijual kepada Perum Badan Logistik (Bulog). Harga beli dari petani ditetapkan sebesar Rp6.300 per kilogram.
Ipda Susilo Adhi menyatakan bahwa ini adalah langkah konkret kepolisian dalam membantu mengawal penyerapan hasil jagung ke Bulog. Mekanisme ini memastikan bahwa petani mendapatkan harga yang stabil dan pasar yang pasti untuk produk mereka. Ini juga mengurangi risiko kerugian bagi petani.
Wilayah utara Garut, seperti Kecamatan Sukawening, menjadi salah satu daerah yang intensif menyalurkan hasil panen jagung. Selain itu, daerah selatan seperti Kecamatan Caringin juga berkontribusi aktif. Keterlibatan berbagai wilayah ini sangat penting untuk mencapai target dan mendukung ketahanan pangan.
Dukungan Polres Garut untuk Ketahanan Pangan Nasional
Program swasembada pangan jagung yang diinisiasi Polres Garut merupakan wujud nyata pengabdian kepada masyarakat. Tujuannya adalah untuk mewujudkan swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ini sejalan dengan agenda nasional untuk memperkuat ketahanan pangan.
Dukungan penuh dari Polres Garut terhadap program ketahanan pangan nasional mencerminkan peran aktif lembaga keamanan. Mereka tidak hanya menjaga ketertiban, tetapi juga berkontribusi pada sektor vital lainnya. Sektor pangan adalah salah satu pilar utama pembangunan bangsa.
Melalui program ini, Polres Garut berharap dapat menciptakan ekosistem pertanian yang lebih stabil dan produktif. Keterlibatan langsung kepolisian dalam membantu petani menanam dan menjual hasil panen jagung adalah contoh kolaborasi yang efektif. Kolaborasi ini penting untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews