Polisi Usut Unsur Kesengajaan Bocah Dibully di Taman Kramat Senen Jakpus hingga Tersetrum, Saksi dan CCTV Diperiksa
Kasus perundungan itu ditangani anggota Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang Polres Metro Jakarta Pusat.
Kepolisian masih mendalami bocah berinisial MWP dibully di Taman Kramat Pulo, Senen, Jakarta Pusat hingga tersetrum. Dari rekaman kamera pengawas atau CCTV di Taman Kramat Pulo, korban saat itu bermain bareng teman-temannya kemudian dibawa dan dipegangi beberapa orang.
Korban kemudian diangkat dua orang dengan tangan dan kaki dimasukkan ke tiang salah satu taman diduga memiliki aliran listrik. Korban kemudian mengalami kejang-kejang diduga akibat tersetrum.
Kasus perundungan itu ditangani anggota Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang Polres Metro Jakarta Pusat. Kepolisian menyelidiki dugaan unsur kesengajaan perundungan tersebut.
"Saat ini ditangani Satuan Reserse PPA dan PPO," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalug saat dikonfirmasi, Kamis (11/6).
Kronologi Perundungan
Menurut Reynold, kepolisian sedang memeriksa saksi-saksi dan menganalisis rekaman CCTV merekam peristiwa tersebut.
"Saat ini sedang proses pemeriksaan saksi dan analisa CCTV," ujar dia.
Terpisah, Kasat PPA-PPO Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Rita Oktavia Shinta mengatakan keluarga korban telah membuat laporan kepolisian terkait kejadian itu.
“Memang dari keluarga korban sudah membuat laporan polisi ke kami. Untuk saat ini kami sedang proses penyidikan,” kata Rita.
Hasil pemeriksaan awal, korban saat itu sedang bermain bersama teman-temannya di taman. Menurut Rita, korban kemudian dipegang oleh beberapa temannya. Tangan dan kaki korban diangkat sebelum kakinya dimasukkan ke bagian tiang yang diduga memiliki aliran listrik.
“Keterangan sementara dari keluarga, anak ini sedang bermain di taman bersama teman-temannya. Kemudian ada beberapa temannya memegang tangan dan kakinya lalu diangkat. Setelah itu kakinya dimasukkan ke tiang,” ujar Rita.
Kondisi Korban
Kendati begitu, Rita mengatakan, kepolisian belum dapat menyimpulkan apakah anak-anak terlibat mengetahui adanya aliran listrik pada tiang tersebut.
“Nah itu yang masih kami dalami. Apakah ini kesengajaan atau tidak. Mereka tahu ada aliran listrik atau tidak, itu masih kami lakukan pendalaman,” kata Rita.
Rita menambahkan, hingga saat ini dua anak diduga mengangkat korban belum diperiksa karena kepolisian masih mengumpulkan alat bukti dan meminta keterangan sejumlah saksi.
“Masih dalam lidik ya. Kami sedang mengumpulkan bukti-bukti dan saksi-saksi,” ujar Rita.
Sementara itu, kondisi korban kini berangsur membaik. Setelah sempat menjalani perawatan, korban sudah kembali ke rumah dan mulai beraktivitas seperti biasa.
“Semalam kami juga menjenguk. Kondisinya sudah baik, sudah main sama teman-temannya, sudah ceria. Sudah membaik,” ujar Rita.