Peningkatan Literasi Anak Palu Melalui Perpustakaan dan TPQ Pesisir
Pemerintah Kota Palu menginisiasi Perpustakaan dan TPQ Pesisir di Kelurahan Tondo untuk meningkatkan **literasi anak Palu** sekaligus pembinaan keagamaan, mengatasi ketergantungan gawai.
Pemerintah Kota Palu menunjukkan komitmennya dalam pengembangan sumber daya manusia melalui inisiatif baru di wilayah pesisir. Kehadiran Perpustakaan dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Pesisir di Kelurahan Tondo menjadi langkah strategis. Fasilitas ini bertujuan utama untuk meningkatkan literasi serta memberikan pembinaan keagamaan bagi anak-anak di kawasan tersebut.
Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif positif ini. Beliau menekankan pentingnya pojok literasi sebagai benteng dari pengaruh gawai yang masif. Inisiatif ini diharapkan dapat mendorong anak-anak untuk kembali gemar membaca dan belajar secara konvensional.
Dukungan penuh dari Pemerintah Kota Palu diberikan untuk pengembangan fasilitas ini, termasuk penambahan koleksi buku. Langkah ini diambil guna memastikan ketersediaan bahan bacaan yang beragam dan menarik bagi anak-anak. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan berkelanjutan di wilayah pesisir Palu.
Peran Ganda Perpustakaan dan TPQ Pesisir dalam Edukasi Anak
Kehadiran Perpustakaan dan TPQ Pesisir di Kelurahan Tondo menawarkan solusi komprehensif bagi pendidikan anak. Fasilitas ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran Al-Qur’an. Anak-anak dapat mengakses berbagai buku bacaan sekaligus belajar mengaji dengan bimbingan yang tepat.
Wakil Wali Kota Imelda Liliana Muhidin menjelaskan bahwa pojok literasi ini telah dilengkapi dengan iqro dan Al-Qur’an. Ketersediaan sarana ini memastikan anak-anak dapat mengembangkan kemampuan membaca Al-Qur’an sejak dini. Integrasi pendidikan umum dan agama ini diharapkan mampu membentuk karakter anak yang seimbang.
Pemerintah Kota Palu secara aktif mendukung penambahan koleksi buku di perpustakaan ini. Upaya ini bertujuan untuk memperkaya khazanah ilmu pengetahuan yang dapat diakses oleh anak-anak pesisir. Dengan demikian, minat baca anak-anak akan terus terstimulasi dan berkembang secara optimal.
Fasilitas ganda ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkot Palu dalam menyediakan akses pendidikan yang merata. Ini juga merupakan upaya konkret untuk membendung dampak negatif dari paparan teknologi yang berlebihan pada anak-anak. Pojok literasi ini diharapkan menjadi mercusuar ilmu di tengah masyarakat pesisir.
Dukungan Kebijakan Pemerintah untuk Perlindungan Anak dari Media Sosial
Wakil Wali Kota Imelda Liliana Muhidin secara tegas menyoroti bahaya ketergantungan media sosial pada anak-anak. Beliau mengimbau agar anak-anak, khususnya yang berusia di bawah 16 tahun, lebih fokus pada pendidikan dan mengurangi penggunaan gawai. Lingkungan belajar yang sehat menjadi prioritas utama.
Imelda juga menyatakan dukungannya terhadap kebijakan pemerintah pusat yang relevan dengan perlindungan anak di dunia digital. Kebijakan ini diatur dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital (Permen Komdigi) Nomor 9 Tahun 2026. Peraturan tersebut membatasi penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun.
Keberadaan pojok literasi ini selaras dengan semangat Permen Komdigi tersebut. Fasilitas ini menyediakan alternatif kegiatan yang lebih edukatif dan interaktif bagi anak-anak. Ini adalah upaya nyata untuk mengalihkan perhatian anak dari layar gawai ke dunia buku dan interaksi sosial yang positif.
Pemerintah Kota Palu berharap inisiatif ini dapat menjadi model bagi wilayah lain dalam menciptakan lingkungan yang aman. Lingkungan tersebut mendukung tumbuh kembang anak secara optimal tanpa terjerat dampak negatif teknologi. Perlindungan anak dari bahaya media sosial adalah tanggung jawab bersama.
Harapan Peningkatan Literasi Generasi Muda di Palu
Inisiatif Perpustakaan dan TPQ Pesisir ini membawa harapan besar bagi peningkatan literasi generasi muda di Palu. Fasilitas ini diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap membaca dan belajar. Dengan demikian, kualitas pendidikan di wilayah pesisir dapat terus meningkat.
Wakil Wali Kota Imelda Liliana Muhidin optimis bahwa pojok literasi ini akan memberikan manfaat positif yang signifikan. Peningkatan literasi tidak hanya berdampak pada kemampuan membaca, tetapi juga pada kemampuan berpikir kritis anak. Hal ini krusial untuk masa depan mereka.
Melalui program ini, Pemerintah Kota Palu berupaya mencetak generasi penerus yang cerdas, berakhlak, dan melek informasi. Anak-anak pesisir diharapkan menjadi agen perubahan yang positif bagi komunitas mereka. Literasi yang kuat adalah fondasi bagi kemajuan bangsa.
Sumber: AntaraNews