Pemkot Kediri Gencarkan Edukasi Pengolahan Pangan, Targetkan Zero Stunting
Pemerintah Kota Kediri menggalakkan edukasi pengolahan pangan melalui pelatihan fortifikasi, bertujuan meningkatkan gizi balita dan menekan angka stunting di wilayah Kediri.
Pemerintah Kota Kediri aktif menyelenggarakan program edukasi pengolahan pangan bagi masyarakat. Kegiatan ini fokus pada pelatihan fortifikasi untuk meningkatkan kualitas gizi dalam menu pendamping ASI dan balita. Inisiatif ini merupakan langkah strategis dalam upaya mengatasi permasalahan stunting yang masih ditemukan di wilayah Kediri.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri, Moh. Ridwan, menyatakan pelatihan ini bertujuan membekali kader Posyandu. Kader diharapkan mampu mengedukasi orang tua balita agar menyajikan menu beragam, bergizi, seimbang, dan aman (B2SA). Program ini dilaksanakan sebagai respons terhadap kasus stunting yang memerlukan perhatian serius dari pemerintah daerah.
Edukasi tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan para kader Posyandu di Kota Kediri. Ilmu yang diperoleh kemudian dapat diteruskan kepada ibu-ibu dengan anak balita. Tujuannya agar mereka dapat menyajikan menu makanan bergizi seimbang untuk pertumbuhan optimal anak-anak.
Peran Kader Posyandu dalam Peningkatan Gizi Balita
Pelatihan fortifikasi ini secara khusus dirancang untuk memperkuat kapasitas kader Posyandu sebagai garda terdepan dalam edukasi gizi masyarakat. Mereka dibekali pengetahuan tentang kelayakan pangan dari Dinas Kesehatan Kota Kediri. Selain itu, materi gizi MPASI dan balita disampaikan oleh dosen ahli gizi Universitas Negeri Surabaya.
Ridwan berharap, dengan edukasi ini, kader Posyandu semakin memiliki wawasan mendalam. Mereka nantinya mampu menjangkau kelompok ibu hamil dan keluarga yang belum aktif datang ke Posyandu. Hal ini krusial untuk memastikan informasi gizi yang tepat sampai ke seluruh lapisan masyarakat.
Kader juga diimbau untuk menggalakkan konsumsi ikan, mengingat tingkat konsumsi ikan di Kota Kediri masih relatif rendah. Peningkatan konsumsi ikan merupakan salah satu strategi penting dalam memenuhi kebutuhan protein dan gizi mikro bagi balita. Upaya ini diharapkan dapat mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Strategi Komprehensif Menuju Zero Stunting di Kediri
Pemerintah Kota Kediri menargetkan keberhasilan program ini melalui penurunan angka stunting secara signifikan. Tujuan utamanya adalah mencapai kondisi zero stunting di seluruh wilayah kota. Target ambisius ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas kesehatan generasi mendatang.
Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada aspek gizi, tetapi juga mencakup materi kewirausahaan dari dosen Universitas Islam Kediri. Selain itu, ada sosialisasi halal oleh pendamping halal Kota Kediri. Aspek kewirausahaan bertujuan memberikan peluang usaha bagi peserta, terutama dari kelompok desil 1–4.
Pemerintah juga mendorong peserta yang telah mengikuti pelatihan dan memiliki sertifikat untuk mengakses bantuan modal usaha. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga. Dengan demikian, secara tidak langsung turut mendukung peningkatan kualitas gizi di rumah tangga.
Sinergi dan Inovasi dalam Edukasi Pengolahan Pangan
Ketua TP PKK Kota Kediri, Ning Faiqoh Azizah Muhammad, menekankan pentingnya keberlanjutan pelatihan ini. Ia mendorong para kader untuk terus menularkan ilmu yang telah diperoleh kepada masyarakat luas. Sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini.
Dalam pelatihan tersebut, turut diselenggarakan lomba memasak olahan pangan. Penilaian tidak hanya didasarkan pada tampilan dan rasa, tetapi juga kreativitas dalam penyajian. Lomba ini diharapkan dapat memotivasi peserta untuk berinovasi dalam mengolah bahan pangan bergizi.
Melalui upaya berkelanjutan dan kolaborasi aktif, kualitas kesehatan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di Kota Kediri diharapkan terus meningkat. Program edukasi pengolahan pangan ini menjadi fondasi penting. Hal ini untuk menciptakan generasi penerus yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.
Sumber: AntaraNews