Pemkot Kediri Dorong Sekolah Fasilitasi Potensi Dakwah Peserta Didik
Wakil Wali Kota Kediri KH Qowimuddin Thoha menegaskan pentingnya sekolah memfasilitasi potensi dakwah peserta didik, sebagai bagian dari persiapan menuju Indonesia Emas 2045.
Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, melalui Wakil Wali Kota KH Qowimuddin Thoha, mendorong sekolah di wilayahnya untuk aktif mendukung dan memfasilitasi berbagai potensi peserta didik, termasuk dalam bidang dakwah. Inisiatif ini bertujuan menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif bagi pengembangan bakat dan karakter generasi muda. Gus Qowim, sapaan akrabnya, menekankan bahwa sekolah harus menjadi ruang aman dan subur bagi pertumbuhan potensi tersebut.
Dorongan ini disampaikan dalam konteks apresiasi terhadap Festival Dai 2026, sebuah ajang kompetisi dakwah yang kini berskala regional. Acara yang diselenggarakan oleh televisi lokal di Kediri ini diikuti oleh 91 peserta dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Timur, termasuk Kota Kediri, Kabupaten Tulungagung, Kota Blitar, dan Kabupaten Nganjuk. Kehadiran Gus Qowim menunjukkan dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan positif yang mengasah kemampuan spiritual dan moral generasi muda.
Gus Qowim menyoroti bahwa bulan Ramadhan adalah bulan tarbiah, bulan pendidikan jiwa, yang tidak hanya meningkatkan ibadah pribadi tetapi juga memperluas syiar dan menyebarkan pesan-pesan kebaikan. Oleh karena itu, dukungan terhadap potensi dakwah di kalangan pelajar menjadi krusial. Langkah ini sejalan dengan visi persiapan generasi menuju Indonesia Emas 2045, yang tidak hanya fokus pada kemajuan ekonomi dan teknologi, tetapi juga pada kualitas moral, akhlak, dan spiritual.
Pentingnya Pengembangan Potensi Dakwah di Sekolah
Wakil Wali Kota Kediri, KH Qowimuddin Thoha, menegaskan bahwa sekolah memiliki peran vital dalam mengembangkan potensi peserta didik. Dukungan tidak hanya terbatas pada aspek akademik, melainkan juga non-akademik, termasuk kemampuan berdakwah dan kepemimpinan. Lingkungan sekolah yang suportif akan memungkinkan bakat dan karakter generasi muda tumbuh optimal.
Gus Qowim menggarisbawahi bahwa Ramadhan adalah momen ideal untuk pendidikan jiwa dan penyebaran pesan kebaikan. Dengan demikian, kegiatan dakwah di sekolah dapat menjadi sarana efektif untuk menanamkan nilai-nilai positif. Ini juga menjadi bagian dari upaya mempersiapkan individu yang berintegritas dan memiliki akhlak mulia.
Para pendidik dan kepala sekolah diharapkan terus memfasilitasi ruang bagi peserta didik untuk mengasah kemampuan dakwah mereka. Hal ini penting agar nilai-nilai kebaikan dapat terus hidup dan disebarkan oleh generasi muda. Sekolah harus menjadi garda terdepan dalam membentuk karakter spiritual siswa.
Festival Dai 2026 sebagai Wadah Pengembangan Bakat
Pemerintah Kota Kediri memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan Festival Dai 2026 yang diinisiasi oleh salah satu televisi lokal di Kediri. Acara ini dinilai sebagai wadah strategis untuk membangkitkan semangat dakwah di kalangan generasi muda. Partisipasi aktif dalam festival semacam ini dapat memberikan pengalaman berharga bagi para peserta.
Festival Dai Season 6 ini berhasil menarik 91 peserta yang lolos babak pertama dari berbagai daerah seperti Kota Kediri, Kabupaten Tulungagung, Kota Blitar, dan Kabupaten Nganjuk. Skala regional kompetisi ini menunjukkan antusiasme yang besar dan potensi dakwah yang luas di kalangan pelajar. Keberhasilan acara ini diharapkan dapat memotivasi lebih banyak lagi generasi muda untuk terlibat dalam kegiatan positif.
Gus Qowim berharap seluruh rangkaian kegiatan Festival Dai berjalan lancar dan memberikan dampak positif. Ia memandang para peserta sebagai generasi hebat yang sedang dipersiapkan untuk masa depan Indonesia. Dukungan terhadap ajang seperti ini merupakan investasi jangka panjang bagi pembentukan karakter bangsa.
Dakwah dan Indonesia Emas 2045
Visi Indonesia Emas 2045 tidak hanya berfokus pada kemajuan ekonomi dan teknologi semata. Gus Qowim menekankan pentingnya keseimbangan dengan kualitas moral, akhlak, dan spiritual generasi muda. Dakwah menjadi salah satu instrumen penting untuk mencapai keseimbangan tersebut.
Generasi muda diharapkan tidak ragu untuk terus belajar dan mengasah kemampuan berdakwah melalui berbagai media, termasuk media sosial. Penting untuk menyampaikan pesan kebaikan dengan cara yang santun dan menyejukkan. Ini sejalan dengan upaya membangun masyarakat yang harmonis dan berakhlak mulia.
Dengan dukungan penuh dari sekolah dan pemerintah daerah, diharapkan nilai-nilai kebaikan dan semangat dakwah akan terus hidup di tangan generasi muda. Mereka adalah agen perubahan yang akan membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik, dengan fondasi moral dan spiritual yang kuat.
Sumber: AntaraNews