Pemkab Deli Serdang dan Pemkot Medan Sepakat Kerja Sama Atasi Banjir Permanen di Wilayah Perbatasan
Pemkab Deli Serdang dan Pemkot Medan sepakat jalin Kerja Sama Deli Serdang Medan Atasi Banjir di wilayah perbatasan seperti pintu Tol Bandar Selamat dan Deli Tua. Cari solusi permanen.
Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dan Pemerintah Kota Medan telah mencapai kesepakatan penting untuk membentuk tim lapangan. Tim ini akan berfokus pada pencarian solusi komprehensif guna mengatasi masalah banjir yang kerap melanda kedua daerah. Kerja sama ini mencakup wilayah perbatasan, khususnya di depan pintu Tol Bandar Selamat, Jalan Letda Sujono, Deli Tua, serta Perumahan Riviera.
Kesepakatan ini diumumkan pada Sabtu, 8 November, di Lubuk Pakam, menyusul permasalahan banjir yang telah berlangsung puluhan tahun. Kondisi drainase yang tidak berfungsi optimal dan penyumbatan aliran air menjadi penyebab utama genangan. Masyarakat di area irisan kedua daerah kerap dilanda kecemasan setiap kali hujan deras turun.
Bupati Deli Serdang Asri Luddin Tambunan dan Wakil Ketua DPRD Medan Zulkarnaen menekankan pentingnya kolaborasi ini. Pembentukan tim lapangan akan fokus pada identifikasi masalah dan perumusan langkah penanganan yang efektif. Solusi yang diusulkan mencakup pembangunan kolam retensi dan pemasangan pompa air menuju Sungai Percut.
Titik Rawan Banjir dan Akar Permasalahan
Wilayah irisan antara Deli Serdang dan Medan, seperti Kecamatan Deli Tua, menjadi perhatian utama dalam penanganan banjir. Setidaknya ada tiga desa di Kecamatan Deli Tua yang kerap dilanda banjir, salah satunya Desa Mekar Sari. Bupati Deli Serdang Asri Luddin Tambunan menjelaskan, "Kalau hujan karena Desa Mekar Sari dalam satu cekungan. Untuk airnya enggak akan mengalir karena di ujung mentok. Itu ada di wilayah Kota Medan, yaitu pabrik garmen. Jadi, pipa pembuangannya itu di pabrik garmen."
Selain Deli Tua, pintu Tol Bandar Selamat juga menjadi lokasi banjir langganan yang telah berlangsung puluhan tahun dan menimbulkan dampak signifikan. Wakil Ketua DPRD Medan, Zulkarnaen, mengungkapkan bahwa "Permasalahan ini muncul karena kondisi drainase yang tidak berfungsi optimal, adanya penyumbatan aliran air, serta saluran pembuangan yang tidak langsung mengarah ke Sungai Percut." Masyarakat sekitar kerap dilanda kecemasan setiap kali hujan turun karena takut banjir kembali melanda.
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan, Gibson Panjaitan, menambahkan detail teknis terkait banjir di pintu Tol Bandar Selamat. Ia menjelaskan bahwa penyebab banjir adalah penyempitan saluran drainase dari kawasan Citraland menuju Jalan Ismail Harun. "Di titik awal, lebar saluran mencapai 3 meter. Namun di ujung, tepatnya di Jalan Ismail Harun, menyempit menjadi hanya 1,5 meter. Kondisi ini membuat aliran air tidak lancar dan menimbulkan genangan di pintu tol," rincinya.
Solusi Konkret dan Langkah Bersama
Untuk menuntaskan persoalan banjir di depan pintu Tol Bandar Selamat, Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Deli Serdang, Janso Sipahutar, mengusulkan solusi konkret. Ia menyatakan bahwa "Ini adalah langkah paling realistis untuk menuntaskan persoalan banjir di kawasan itu," yaitu dengan membangun kolam retensi dan pemasangan pompa air menuju Sungai Percut. Pendekatan ini diharapkan dapat mengendalikan volume air saat hujan deras dan mempercepat penyalurannya.
Pemerintah Kota Medan juga telah memiliki rencana untuk mengatasi masalah drainase di area tersebut. Gibson Panjaitan menambahkan, terdapat rencana pembangunan saluran baru sepanjang 730 meter menuju Sungai Percut, serta normalisasi drainase di sekitar Jalan Ismail Harun. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memperbaiki kapasitas saluran air dan mengurangi risiko genangan.
Penanganan banjir di Perumahan Riviera, Tanjung Morawa, yang juga beririsan, memerlukan penanganan bersama yang komprehensif. Meskipun Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) memiliki kewenangan, kolaborasi antara Pemkab Deli Serdang dan Pemkot Medan akan membuat penanganan lebih efektif. Kerja sama ini diharapkan tidak hanya mengatasi banjir, tetapi juga isu lain seperti kemacetan dan kriminalitas di sekitar gerbang tol Bandar Selamat yang sudah mulai tertangani melalui pembukaan median jalan baru hasil kerja sama berbagai pihak.
Sumber: AntaraNews