Pemkab Bangli Tingkatkan SDM Koperasi Desa Merah Putih melalui Pelatihan Manajerial
Pemerintah Kabupaten Bangli, Bali, menggelar pelatihan manajerial untuk pengurus Koperasi Desa Merah Putih, bertujuan memperkuat ekonomi desa dan ketahanan pangan.
Pemerintah Kabupaten Bangli, Bali, baru-baru ini menyelenggarakan pelatihan manajerial dan operasional bagi para pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor perkoperasian. Pelatihan ini diharapkan dapat mendukung daya saing KDMP di tengah tantangan ekonomi global.
Pelatihan tersebut berlangsung di Gedung Bukthi Mukthi Bakthi, Bangli, dan diikuti oleh 144 pengurus dari 72 Koperasi Merah Putih. Koperasi-koperasi ini tersebar di 68 desa dan empat kelurahan di seluruh Kabupaten Bangli. Inisiatif ini menunjukkan komitmen Pemkab Bangli dalam memajukan sektor ekonomi kerakyatan.
Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar, menegaskan pentingnya SDM berkualitas dan profesional untuk lembaga koperasi. Pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025. Diharapkan KDMP menjadi motor penggerak ekonomi desa serta pendorong swasembada dan ketahanan pangan lokal.
Memperkuat Pondasi Ekonomi Desa Melalui Koperasi
Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar menyampaikan bahwa keberadaan Koperasi Desa Merah Putih sangat vital sebagai motor penggerak ekonomi di tingkat desa. Koperasi ini diharapkan mampu mendorong swasembada dan ketahanan pangan. Selain itu, KDMP juga berperan penting dalam memutus rantai pasok yang panjang dan memberantas praktik rentenir yang merugikan masyarakat.
"Kami sadar lembaga ini sangat membutuhkan SDM yang berkualitas dan profesional," kata Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar saat pembukaan pelatihan. Pernyataan ini menggarisbawahi urgensi peningkatan kapasitas pengurus koperasi. Pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk mewujudkan visi tersebut.
Pelatihan manajerial ini dilaksanakan oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil Mikro (UKM) dan Tenaga Kerja Kabupaten Bangli. Inisiatif ini merupakan wujud nyata dukungan pemerintah daerah. Tujuannya adalah untuk memperkuat pondasi ekonomi kerakyatan melalui peran aktif Koperasi Desa Merah Putih.
Materi Pelatihan Komprehensif untuk Koperasi Modern
Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja Kabupaten Bangli, Ni Luh Ketut Wardani, menjelaskan materi pelatihan yang diberikan sangat komprehensif. Materi tersebut mencakup tata kelola keuangan yang efektif dan transparan. Selain itu, peserta juga diajarkan penyusunan rencana kerja yang strategis.
Pelatihan ini juga membahas strategi pengembangan usaha koperasi di era digital yang semakin kompetitif. Pengurus Koperasi Desa Merah Putih dibekali pengetahuan untuk beradaptasi dengan perubahan zaman. Hal ini penting agar koperasi dapat terus relevan dan inovatif dalam menjalankan usahanya.
Pelatihan ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, menghadirkan narasumber ahli di bidang perkoperasian dan pengembangan UMKM. "Pelatihan ini adalah investasi jangka panjang," kata Wardani. Ia berharap ilmu yang didapat akan menciptakan koperasi yang sehat, mandiri, dan mampu bersaing.
Visi Koperasi sebagai Sentra Ekonomi dan Pencipta Lapangan Kerja
Pemerintah Kabupaten Bangli memiliki harapan besar terhadap Koperasi Desa Merah Putih. Koperasi ini diharapkan dapat menjadi sentra ekonomi yang kuat di desa-desa. Peran ini sangat krusial dalam menguatkan ketahanan pangan lokal dan menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.
"Mari jadikan pelatihan ini momentum untuk membawa Bangli menuju kemandirian ekonomi, dengan semangat Satu Desa Satu Koperasi," imbuh Wakil Bupati Bangli. Seruan ini menunjukkan ambisi pemerintah daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata. Setiap desa diharapkan memiliki koperasi yang aktif dan berdaya saing.
Upaya ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan. Melalui peningkatan kapasitas pengurus Koperasi Desa Merah Putih, diharapkan koperasi dapat berkontribusi signifikan. Kontribusi tersebut mencakup peningkatan kesejahteraan anggota dan masyarakat luas di Kabupaten Bangli.
Sumber: AntaraNews