Pemerintah Pusat Komitmen Percepat Pembangunan Fasilitas Kesehatan Papua, Menteri Kesehatan Buka Suara
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin tegaskan komitmen pemerintah pusat untuk percepat Pembangunan Fasilitas Kesehatan Papua demi layanan kesehatan merata dan berkualitas.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan fasilitas kesehatan di seluruh Provinsi Papua. Langkah ini bertujuan memastikan akses layanan kesehatan yang merata dan berkualitas bagi masyarakat di wilayah timur Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan di Jayapura pada Minggu (16/11), menindaklanjuti pertemuan sebelumnya.
Komitmen ini merupakan respons langsung terhadap usulan Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri, yang mendesak percepatan pengembangan infrastruktur kesehatan. Peningkatan fasilitas ini krusial untuk menciptakan sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas di sembilan wilayah provinsi tersebut. Upaya ini juga sejalan dengan delapan misi utama Presiden Prabowo Subianto yang dikenal sebagai Asta Cita.
Menteri Kesehatan menyatakan kesiapan pemerintah untuk menindaklanjuti berbagai saran yang telah disampaikan oleh Gubernur Mathius D. Fakhiri. Fokus utama adalah penambahan dan peningkatan fasilitas medis, termasuk rumah sakit dan laboratorium. Hal ini diharapkan dapat mengatasi ketertinggalan pembangunan di beberapa proyek vital.
Peningkatan Infrastruktur Kesehatan di Papua
Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri telah bertemu dengan Menteri Kesehatan di Jakarta pada Jumat (14/11) untuk menyampaikan urgensi pembangunan fasilitas kesehatan. Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Fakhiri secara khusus menyoroti beberapa proyek yang sedang berjalan. Beliau menekankan pentingnya dukungan pusat agar proyek-proyek ini dapat segera rampung.
Salah satu proyek yang dibahas adalah pembangunan rumah sakit di Kabupaten Keerom dengan anggaran lebih dari Rp122 miliar. Proyek ini dilaporkan telah mencapai progres 50 persen, menunjukkan kemajuan yang signifikan. Namun, masih diperlukan dorongan lebih lanjut untuk penyelesaiannya.
Selain itu, pengembangan laboratorium kesehatan masyarakat di Kabupaten Keerom dan Jayapura juga menjadi perhatian. Kedua fasilitas ini masing-masing dianggarkan Rp15 miliar, namun progresnya masih tertahan di 25 persen dan 10 persen. Kondisi ini memerlukan perhatian serius dari pemerintah pusat.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menanggapi positif usulan tersebut. Beliau menegaskan, "Kami akan menindaklanjuti saran-saran yang disampaikan oleh Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri." Komitmen ini diharapkan dapat mempercepat penyelesaian proyek-proyek vital tersebut.
Proyek Strategis dan Kebutuhan Mendesak Lainnya
Gubernur Fakhiri juga meminta dukungan Kementerian Kesehatan untuk memulai beberapa proyek besar lainnya di Papua. Salah satunya adalah pembangunan Rumah Sakit Rodofabo di Kabupaten Waropen, yang membutuhkan pendanaan hingga Rp200 miliar. Proyek strategis ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas layanan medis di wilayah tersebut.
Proyek ambisius lainnya adalah pengembangan rumah sakit di Kabupaten Mamberamo Raya dengan anggaran mencapai Rp300 miliar. Selain itu, pembangunan ruang biosafety level 2 khusus untuk Laboratorium Kesehatan Papua juga menjadi prioritas. Fasilitas ini sangat penting untuk penanganan sampel biologis berisiko tinggi.
Fakhiri juga mengusulkan pengadaan alat dan peralatan esensial untuk beberapa rumah sakit yang sudah ada. Rumah Sakit Umum Jayapura, Rumah Sakit Umum Abepura, dan Rumah Sakit Jiwa Abepura termasuk dalam daftar penerima bantuan ini. Peningkatan peralatan medis akan mendukung diagnosis dan perawatan pasien secara lebih efektif.
Usulan lain yang disampaikan adalah peningkatan status Rumah Sakit Umum Abepura menjadi rumah sakit rujukan. Peningkatan ini mencakup layanan kesehatan ibu dan anak, serta penanganan infeksi paru. Langkah ini akan memperkuat jaringan rujukan kesehatan di Papua dan sekitarnya.
Apresiasi dan Capaian Pembangunan Kesehatan
Meskipun masih ada proyek yang tertunda, Gubernur Mathius D. Fakhiri menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas capaian pembangunan yang telah selesai. Apresiasi ini menunjukkan pengakuan terhadap upaya yang telah dilakukan. Ini juga menjadi dorongan untuk terus melanjutkan pembangunan di sektor kesehatan.
Salah satu proyek yang telah rampung adalah pembangunan Rumah Sakit Umum Pusat Jayapura. Proyek monumental ini menelan anggaran sebesar Rp633 miliar, menjadikannya fasilitas kesehatan modern yang vital. Kehadiran rumah sakit ini sangat membantu masyarakat Papua.
Selain itu, pembangunan Rumah Sakit Supiori dengan anggaran Rp53 miliar juga telah berhasil diselesaikan. Kedua rumah sakit ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan infrastruktur kesehatan di Papua. Keberadaan fasilitas baru ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan.
Sumber: AntaraNews