Peluang Emas Atlet Skateboard Indonesia Menuju Olimpiade 2028 Semakin Terbuka Lebar
Peringkat dunia atlet skateboard Indonesia melonjak signifikan, membuka peluang besar bagi mereka untuk lolos kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028. Basral Graito memimpin dengan peringkat 38 dunia, memperkuat asa Timnas Skateboard Indonesia.
Jakarta, Jumat, 10 April 2026 – Atlet skateboard Indonesia menunjukkan progres luar biasa dalam rilis terbaru World Skateboarding Ranking. Peningkatan peringkat ini secara signifikan memperbesar peluang mereka untuk melaju ke fase kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028. Basral Graito Hutomo menjadi sorotan utama dengan menempati peringkat 38 dunia, sebuah pencapaian yang membanggakan bagi Timnas Skateboard Indonesia.
Manajer Timnas Skateboard Indonesia, Achmad Topan, menyatakan optimisme tinggi terkait target kualifikasi ini. Ia menjelaskan bahwa target akhir Maret 2028 adalah menembus 40 besar dunia, yang akan mengamankan posisi di fase pertama kualifikasi. Fase kedua akan diikuti oleh 44 atlet dengan ranking tertinggi dari seluruh dunia.
Pencapaian ini merupakan hasil dari dedikasi dan kerja keras para atlet dalam mengikuti berbagai kompetisi internasional. Mereka berhasil mengumpulkan poin penting yang mendorong posisi mereka di kancah global. Keberhasilan ini menjadi modal berharga bagi atlet skateboard Indonesia untuk mengukir sejarah di Olimpiade.
Lonjakan Peringkat Atlet Skateboard Indonesia di Kancah Dunia
Basral Graito Hutomo, peraih medali emas SEA Games 2025 Thailand, mencatatkan kenaikan fantastis 18 peringkat. Kini ia mengumpulkan total 3.651 poin berkat performa apiknya di WST World Cup Rome 2025 dan WST Sao Paulo Street & Park World Championship 2026. Pencapaian ini menempatkannya di posisi 38 dunia, mendekati ambang batas kualifikasi Olimpiade.
Tidak hanya Basral, atlet skateboard Indonesia lainnya juga menunjukkan peningkatan yang mengesankan. Di kategori street putra, Sanggoe Darma Tanjung melesat 26 peringkat ke posisi 64 dunia, mengantongi 1.421 poin. Poin tersebut diraih setelah berlaga di kejuaraan dunia di Roma, Italia pada 2025 dan Sao Paulo, Brasil awal tahun ini.
Pada kategori street putri, Ni Wayan Malana Fairbrother, peraih medali perak SEA Games 2025, naik 16 peringkat ke posisi 46 dunia dengan 2.666 poin. Atlet asal Bali ini mendapatkan 1.500 poin dari Kejuaraan Dunia Skateboard di Brasil setelah berhasil lolos ke babak perempat final. Rekan setimnya, Zeefara Darmawan, juga menunjukkan progres signifikan dengan menduduki peringkat 59 dunia, naik 21 peringkat.
Strategi dan Peluang Menuju Olimpiade Los Angeles 2028
Achmad Topan menegaskan bahwa peluang atlet skateboard Indonesia untuk lolos ke Olimpiade sangat terbuka lebar. Jika atlet Indonesia mampu menembus 20 besar dunia pada fase kedua kualifikasi, tiket Olimpiade otomatis akan mereka genggam. Target ini realistis mengingat adanya regulasi pembatasan kuota atlet dari satu negara.
Topan menjelaskan bahwa meskipun banyak atlet dari negara kuat seperti Jepang mendominasi peringkat atas, satu negara maksimal hanya boleh mengirimkan tiga atlet per kategori dan per gender. Hal ini memberikan keuntungan kompetitif bagi atlet-atlet Indonesia. Dengan strategi yang tepat dan konsistensi dalam performa, mimpi Olimpiade semakin nyata.
Selain kategori street, atlet di kategori park putri dan putra juga menunjukkan peningkatan signifikan. Mikhayla Shanum Caya dan Nyimas Bunga Cinta sama-sama naik 14 peringkat, kini menempati posisi 70 dan 71 dunia. Sementara itu, di kategori park putra, Firdausy Nuzula mencatat lonjakan 25 peringkat menuju posisi 77 dunia.
Mekanisme World Skateboarding Ranking dan Potensi Indonesia
Sistem peringkat dalam World Skateboarding Ranking didasarkan pada akumulasi poin yang didapatkan dari keikutsertaan dalam kompetisi yang ditentukan oleh World Skate. Semakin rutin atlet mengikuti kompetisi World Skate, semakin besar pula peluang mereka untuk naik peringkat. Ini mendorong para atlet untuk terus aktif berkompetisi di level internasional.
Poin yang dikumpulkan dalam World Skate juga memiliki masa kadaluarsa, yang berarti peringkat dapat bergeser jika atlet lain tidak berpartisipasi atau poin mereka kadaluarsa. Kenaikan peringkat para atlet skateboard Indonesia sebagian besar juga disebabkan oleh faktor ini. Mereka berhasil memanfaatkan momentum untuk mengungguli atlet lain yang kurang aktif.
Hingga saat ini, Indonesia belum pernah mengirimkan atlet skateboard ke kompetisi multicabang tingkat dunia seperti Olimpiade. Cabang olahraga skateboard baru dipertandingkan dalam perebutan medali sejak Olimpiade Tokyo 2020. Dengan progres yang ditunjukkan saat ini, Olimpiade Los Angeles 2028 bisa menjadi kesempatan bersejarah bagi atlet skateboard Indonesia untuk debut di panggung global.
Sumber: AntaraNews