Noel Kembali Sentil KPK, Pertanyakan Nasib Kasus Firli Bahuri yang Masih Menggantung
Jika pada akhirnya tidak ada saksi yang dapat membuktikan kesalahannya, Noel mencatat kinerja KPK saat ini patut dipertannyakan.
Eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer Gerungan atau Noel menanggapi jalannya sidang kesembilan kasus dugaan pemerasan dalam sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan.
Ia menyebut, dari sejumlah saksi yang telah dihadirkan tim jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), belum ada satu pun yang menyatakan keterlibatannya dalam perkara tersebut.
"Tadi ini sidang sudah ke sembilan. Dari semua saksi tidak ada menyatakan satu pun bahwa semua kasus ini terkait dengan saya. Artinya ya kita berharap ke depan nanti tetap sama hasilnya ya," kata Noel usai menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (9/3).
Kinerja KPK
Jika pada akhirnya tidak ada saksi yang dapat membuktikan kesalahannya, Noel mencatat kinerja KPK saat ini patut dipertannyakan.
"Kita nggak mau negara ini dipimpin oleh para apalagi periodik sekarang ya, KPK periodik sekarang ini kan mengerikan sekali ini ya, tukang bohong," kritik Noel.
"Karena mereka punya standar bukan standar keadilan, tapi pakai standar iblis. Suka bohong, licik, liar," imbuh dia.
Dugaan Pemerasan
Noel pun bertanya, terhadap kasus yang menjerat eks ketua KPK Firli Bahuri bisa ditindaklanjuti ihwal kasus dugaan pemerasan, suap, dan gratifikasi terhadap mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang saat ini masih tanda tanya, padahal sudah berstatus tersangka.
"Sampai sekarang ini Firli belum ditahan. Sudah tersangka belum juga ditahan. Banyak sekali kasus-kasus yang lain juga belum ditahan KPK. Kita minta KPK jangan sibuk ngurusin lembaga-lembaga lain, urus internal mereka juga,” tegas dia.
"Jadi sekali lagi kritik kita, standar yang dipakai KPK bukan standar keadilan, tapi standar iblis. Suka bohong, licik, dan liar," katanya.