Nelayan Hilang di Karangantu Serang Ditemukan Tewas Setelah Kapal Terbalik
Nelayan bernama Wartono yang hilang pasca-kecelakaan kapal terbalik di perairan Dermaga Karangantu Serang akhirnya ditemukan tewas, mengakhiri pencarian tim SAR gabungan.
Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan berhasil menemukan seorang nelayan yang sebelumnya dilaporkan hilang di perairan Dermaga Karangantu, Kota Serang, Banten. Korban ditemukan pada Jumat sore dalam kondisi sudah meninggal dunia.
Nelayan bernama Wartono (35) tersebut menjadi korban insiden kapal terbalik yang terjadi pada pagi hari yang sama. Dua rekan korban lainnya berhasil menyelamatkan diri dari kejadian nahas itu.
Jasad Wartono ditemukan sekitar pukul 17.00 WIB oleh nelayan lokal yang turut membantu proses pencarian. Penemuan ini mengakhiri operasi SAR yang melibatkan berbagai unsur.
Kronologi Kecelakaan Kapal di Karangantu
Insiden tragis ini bermula pada Jumat (23/1) sekitar pukul 08.00 WIB, saat sebuah kapal nelayan berawak tiga orang hendak memasuki Pelabuhan Karangantu. Kapal tersebut tiba-tiba dihantam gelombang besar.
Hantaman gelombang kuat menyebabkan kapal nelayan tersebut terbalik di perairan Dermaga Karangantu. Dua dari tiga awak kapal berhasil menyelamatkan diri dari insiden tersebut.
Namun, Wartono, warga Kampung Karang Jaya, Kelurahan Kasemen, dilaporkan hilang setelah kapal terbalik. Laporan kehilangan ini segera memicu respons cepat dari tim SAR.
Operasi Pencarian dan Penemuan Jasad Korban
Menanggapi laporan hilangnya nelayan, Tim Rescue Kantor SAR Banten segera bergerak menuju lokasi kejadian. Mereka tiba di Dermaga Karangantu pada pukul 10.55 WIB untuk memulai operasi.
Operasi pencarian dibagi menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU) yang mulai bekerja pukul 13.00 WIB. SRU I menyisir laut dengan kapal nelayan, sementara SRU II menggunakan drone thermal untuk pemantauan udara.
SRU III fokus menyisir area daratan di sekitar lokasi kejadian, mencari tanda-tanda keberadaan korban. Upaya kolaboratif ini melibatkan berbagai pihak dalam pencarian nelayan hilang.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Banten, Rizky Dwianto, menjelaskan bahwa korban ditemukan sekitar 1,78 nautical mile dari lokasi awal kejadian. Jasad Wartono kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada keluarga.
Keterlibatan Berbagai Unsur dalam Operasi SAR
Operasi pencarian dan penyelamatan ini melibatkan koordinasi dari berbagai lembaga dan potensi SAR. Tim Rescue Basarnas Banten menjadi koordinator utama dalam upaya ini.
Selain Basarnas, turut serta pula BPBD Kota Serang, BPBD Provinsi Banten, Polsek Kasemen, Polairud, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Forum Potensi SAR Banten juga memberikan dukungan signifikan dalam operasi ini. Keterlibatan banyak pihak menunjukkan keseriusan dalam menangani insiden nelayan hilang.
Setelah jasad nelayan hilang ditemukan, operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup pada pukul 18.00 WIB. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing setelah debriefing.
Sumber: AntaraNews