Murka Nyoman Parta, Tantang Nusron Buka Data soal Pulau di Bali Dikuasai Asing: Menteri Jangan Beropini!
Jika yang dimaksud Nusron adalah pulau di mana orang berinvestasi dengan mekanisme PMA, menurutnya, hal itu biasa dan tidak berarti memiliki.
Pernyataan Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid soal pulau-pulau kecil di Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB) dikuasai Warga Negara Asing (WNA) membuat anggota DPR dapil Bali, I Nyoman Parta, berang. Dia menantang Nusron membuka data.
"Sebaiknya Menteri Nusron buka saja (datanya). Itu bukan sesuatu yang harus disembunyikan," kata dia, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (2/6).
Dia pribadi tak tahu pulau kecil mana yang dimaksud Nusron. Jika yang dimaksud Nusron adalah pulau di mana orang berinvestasi dengan mekanisme Penanaman Modal Asing (PMA), menurutnya hal biasa dan tidak berarti memiliki pulau tersebut.
Jika kabar pulau dimiliki asing benar, katanya tentu kesalahan ini meliputi semua pihak tak terkecuali kementerian yang Nusron pimpin.
"Kesalahan pemerintah pusat maupun daerah. Terutama Kementerian ATR BPN," imbuhnya.
Parta juga menerangkan, di Bali ada
Pulau Nusa Penida, Pulau Ceningan, dan Pulau Lembongan yang ada di Kabupaten Klungkung, semuanya berpenghuni. Begitu pula dengan Pulau Serangan yang ada di Kota Denpasar, juga statusnya berpenghuni.
"Sedangkan Pulau Menjangan di Kabupaten Buleleng tidak berpenghuni. Setahu saya WNA itu investasi dengan izin PMA itu kan boleh. Jadi yang mana dimaksud oleh Nusron? Buka saja. Menteri jangan beropini," ungkapnya.
Sebelumnya, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid mengungkap ada pulau-pulau di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Bali diduga dikuasai warga negara asing (WNA).
Ia mengaku akan mengecek kedudukan hukum atau legal standing kepemilikan pulau-pulau tersebut.
"Penjualan pulau-pulau kecil kepada oknum-oknum pihak asing atau WNA. Ini ada beberapa kejadian, enggak tahu dulu prosesnya bagaimana, tiba-tiba intinya apakah legal standing-nya kayak apa akan kita cek, tiba-tiba tanah itu atau pulau tersebut dikuasai oleh beberapa orang asing. Ada di Bali dan di NTB," kata Nusron dalam rapat dengan Komisi II DPR RI, Jakarta, Selasa (1/7).