Menu MBG yang Buat 47 Siswa SMP di Toba Sumut Diduga Keracunan
Menu MBG yang dikonsumsi para siswa tersebut terdiri dari ikan mujair asam manis, tempe, sayur pakcoi, dan buah semangka.
Sebanyak 47 siswa SMP Negeri 1 Laguboti di Kabupaten Toba, Sumatera Utara (Sumut), mengalami dugaan keracunan makanan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (15/10).
Insiden ini membuat Badan Gizi Nasional (BGN) Sumut turun tangan melakukan investigasi dan menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Kepala BGN Sumut, T. Agung Kurniawan, mengatakan pihaknya masih menelusuri sumber pasti penyebab keracunan.
“Saat ini kami masih mendalami indikasi kejadian kontaminasi pangan tersebut. Kami langsung tinjau ke lokasi kejadian,” ujar Agung, Kamis (16/10).
Menu MBG
Menurut laporan awal Dinas Kesehatan Toba, menu MBG yang dikonsumsi para siswa tersebut terdiri dari ikan mujair asam manis, tempe, sayur pakcoi, dan buah semangka.
Dari hasil pemeriksaan sementara, semangka disebut dalam kondisi agak berlendir. Hal itu yang kemudian memunculkan dugaan awal adanya kontaminasi pada bahan makanan.
Sementara hasil uji laboratorium dari BPOM dan Dinas Kesehatan masih menunggu konfirmasi resmi untuk memastikan penyebab pasti.
SPPG Dihentikan Sementara
Agung menjelaskan, makanan MBG tersebut disuplai oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pardomuan Nauli, yang bertanggung jawab mendistribusikan menu MBG ke SMP Negeri 1 Laguboti.
Sebagai langkah antisipatif, operasional SPPG Pardomuan Nauli kini dihentikan sementara.
“Kami menunggu hasil uji sampel laboratorium dari Dinas Kesehatan dan BPOM,” kata Agung.
Kepala Dinas Kesehatan Toba, Freddi Sibarani, menyebut total 47 pelajar mengalami gejala seperti mual, pusing, dan muntah usai makan MBG.
“Sebanyak 28 siswa dirawat di Rumah Sakit Porsea dan 19 lainnya di RS HKBP Balige. Sebagian sudah stabil dan dipulangkan, sementara yang belum stabil masih diobservasi,” ujarnya.