Massa Bakar Gedung DPRD & Kantor Lantas Polda Sumsel, Gubernur Herman Deru Bereaksi
Massa merusak pos polisi di Simpang Lima DPRD Sumsel. Mereka juga membakar area lobi depan gedung DPRD Sumsel.
Pembakaran fasilitas pemerintah secara mengejutkan terjadi di Palembang. Massa diduga bukan berasal dari demonstran. Aksi anarkis terjadi pada Minggu (31/8) pukul 03.40 Wib.
Dalam video yang viral di media sosial, massa yang diduga berasal dari kelompok motor dan anggota balap liar menggelar aksi kericuhan di Kawasan Jalan POM IX hingga pos polisi simpang lima hingga di Mako Ditlantas Polda Sumsel yang berlokasi berdekatan.
Massa merusak pos polisi di Simpang Lima DPRD Sumsel. Mereka juga membakar area lobi depan gedung DPRD Sumsel dan merusak videotron di halaman kantor. Massa selanjutnya bergerak menuju Ditlantas Polda Sumsel. Kelompok ini membakar pos polisi dan beberapa mobil patroli.
Gubernur Sumsel Herman Deru menyebut kejadian tersebut tidak berkaitan dengan aksi demonstrasi. Dari waktu peristiwa, menunjukkan indikasi kuat bahwa peristiwa ini merupakan tindakan yang direncanakan untuk merusak fasilitas publik.
"Ini jelas bukan demo, kejadiannya dini hari dan terlihat ada unsur kesengajaan," ungkap Gubernur Sumsel Herman Deru.
Minta Aparat Usut Tuntas
Deru meminta aparat kepolisian mengusut para pelaku. Warga juga diimbau tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang berusaha memecah belah.
"Semua fasilitas ini dibangun dari uang rakyat. Sangat disayangkan jika dirusak begitu saja," kata Deru.
Deru menegaskan pemerintah selalu memberi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara damai. Dia juga menyesalkan adanya pihak yang memanfaatkan situasi demi kepentingan pribadi atau popularitas sesaat.
"Jangan biarkan Sumsel yang kita sepakat sebagai daerah zero konflik dimasuki orang-orang yang tidak bertanggungjawab," kata Deru.
"Ayo teduhkan hati anggota kita masing-masing. Sumsel harus tetap ramah, kondusif dan menjadi contoh provinsi yang menjunjung toleransi," tutup Deru.