Mantan Dirut Pertamina Pastikan Tak Ada Masalah dalam Sewa Kapal dan Terminal BBM
Pernyataan itu disampaikannya saat menjadi saksi dalam sidang dugaan korupsi tata kelola minyak dan produk kilang Pertamina di Pengadilan Tipikor.
Mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati menegaskan bahwa selama masa jabatannya, tidak ada permasalahan terkait penyewaan terminal BBM maupun kapal oleh Pertamina.
Pernyataan itu disampaikannya saat menjadi saksi dalam sidang dugaan korupsi tata kelola minyak dan produk kilang Pertamina di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (20/1).
Nicke menjelaskan bahwa penyewaan terminal BBM milik PT Orbit Terminal Merak (OTM) maupun kapal dari PT Jenggala Maritim Nusantara (JMN) berjalan normal dan tidak pernah menimbulkan laporan masalah.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) sempat menanyakan terkait perjanjian kerja sama penyewaan terminal BBM PT OTM oleh Pertamina. Menanggapi pertanyaan tersebut, Nicke menjelaskan bahwa perjanjian itu bersifat operasional dan bukan investasi sehingga tidak tercatat secara rinci dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) maupun Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).
"Tidak ada. Karena itu bukan investasinya Pertamina,” jelas Nicke ketika ditanya jaksa.
Masa Jabatan
Lebih jauh, Nicke menegaskan bahwa selama masa jabatannya tidak pernah ada kajian atau review terkait penyewaan terminal BBM. Sementara, peninjauan kontrak hanya pernah dilakukan sebelum ia menjabat, sehubungan dengan hasil audit sebelumnya.
Hal serupa juga disampaikan Nicke ketika menjawab pertanyaan kuasa hukum PT Navigator Khatulistiwa, Muhammad Kerry Adrianto Riza dan Patra M Zen, mengenai mekanisme pengawasan di Pertamina. Menurut Nicke, pengawasan dilakukan melalui komite audit yang dibentuk dewan komisaris, internal audit perusahaan induk dan anak usaha, serta audit BPKP terkait subsidi dan kompensasi negara.
Nicke menegaskan, setiap anak usaha Pertamina juga diawasi melalui mekanisme serupa dan tidak pernah ada laporan masalah terkait penyewaan tangki PT OTM maupun kapal milik PT JMN.
"Tidak pernah," jawab Nicke singkat ketika ditanya soal kapal Olympic Luna dan tiga kapal lain milik PT JMN.
Terminal BBM
Selain itu, terminal BBM yang disewa Pertamina masih beroperasi normal hingga saat ini. Ia menambahkan bahwa harga sewa kapal yang dilakukan Pertamina tidak pernah dianggap terlalu tinggi atau bermasalah.
Dalam kesempatan ini, Nicke juga menyinggung soal ketahanan energi nasional. Menurutnya, Indonesia belum mencapai ketahanan energi yang ideal. Saat ini cadangan operasi Pertamina mencapai 18 hari untuk menjaga keandalan energi, seiring dengan program BBM satu harga yang diterapkan pemerintah.
“Betul, dan untuk itu bukan hanya cadangan dari sisi produknya, tetapi perlu adanya tangki-tangki yang memang menjadi program pemerintah bersama Pertamina untuk membangun tangki-tangki kecil di daerah-daerah 3T untuk menjaga keandalan,” jelasnya.
Saat ini, Pertamina mengoperasikan sekitar 234 terminal BBM, LPG, dan aviasi, di mana 113 terminal termasuk milik swasta. Nicke menegaskan tidak pernah ada klausul dalam kontrak yang menyatakan terminal BBM swasta menjadi milik Pertamina setelah masa sewa berakhir.
"Sepanjang kepemimpinan saya, tidak pernah," tegas Nicke.