Langkah Srondeng Terhenti di Semifinal World Climbing Series Wujiang, Indonesia Fokus Nomor Speed
Atlet panjat tebing Indonesia, Putra Tri Ramadani atau Srondeng, harus puas di posisi kesembilan semifinal World Climbing Series Wujiang, mengakhiri perjuangan di nomor lead dan kini fokus pada nomor speed.
Atlet panjat tebing disiplin lead Indonesia, Putra Tri Ramadani, yang akrab disapa Srondeng, harus menghentikan langkahnya di babak semifinal World Climbing Series Wujiang 2026. Kompetisi bergengsi ini diselenggarakan di China pada Sabtu, 9 Mei 2026.
Srondeng hanya mampu menempati urutan kesembilan dalam babak tersebut, dengan mengumpulkan skor 36+. Hasil ini membuatnya gagal memenuhi prasyarat untuk lolos ke babak final yang mengharuskan masuk delapan besar.
Meskipun skornya setara dengan pemanjat Jepang, Neo Suzuki, peringkat kualifikasi yang lebih tinggi membuat Suzuki yang berhak melaju. Ini menandai berakhirnya perjuangan wakil Indonesia di nomor lead putra pada seri Wujiang kali ini.
Perjalanan Srondeng di Kualifikasi dan Semifinal
Pada babak kualifikasi yang berlangsung Jumat (8/5), Srondeng menunjukkan performa menjanjikan dengan menempati posisi keempat. Ini menjadi modal awal yang baik bagi atlet muda Indonesia tersebut.
Namun, di semifinal, meskipun meraih skor 36+, ia harus mengakui keunggulan pemanjat lain. Neo Suzuki dari Jepang, yang memiliki skor sama, unggul karena peringkat kualifikasi yang lebih baik.
Rekan senegara Suzuki, Satone Yoshida, tampil dominan sejak kualifikasi dengan mencetak skor top. Yoshida kembali mengulang performa apiknya di semifinal dengan memuncaki daftar perolehan skor setelah meraih top.
Pemanjat Spanyol Alberto Ginez Lopez dan Sam Avezou dari Prancis juga menunjukkan performa impresif, masing-masing membukukan skor 39+ dan menempati posisi kedua serta ketiga.
Wakil Indonesia Lain dan Fokus ke Nomor Speed
Hasil babak semifinal ini memastikan Indonesia kehabisan wakil di nomor lead seri Wujiang, baik untuk sektor putra maupun putri. Pemanjat putra Indonesia lainnya, Raviandi Ramadan, juga terhenti di babak kualifikasi.
Demikian pula dengan dua wakil Merah Putih di sektor putri, Sukma Lintang Cahyani dan Alma Ariella Tsany, yang tidak berhasil melangkah lebih jauh. Ini menunjukkan tantangan besar bagi atlet Indonesia di disiplin lead.
Meskipun demikian, Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) telah mengirimkan total 13 atlet untuk World Climbing Series Wujiang. Mereka akan berlaga di berbagai nomor, termasuk speed.
Indonesia menurunkan lima atlet putra dan empat putri untuk berlaga di nomor speed, sementara nomor lead mengandalkan masing-masing dua atlet putra maupun putri.
Harapan di Nomor Speed Climbing
Kualifikasi dan final nomor speed dijadwalkan akan diselenggarakan pada Minggu (10/5), dengan kualifikasi pukul 13.00 dan final pukul 20.00 waktu setempat. Ini menjadi harapan terakhir bagi kontingen Indonesia untuk meraih prestasi.
Sembilan atlet unggulan akan berlaga di nomor speed, membawa bendera Merah Putih. Mereka adalah Veddrriq Leonardo, Kiromal Katibin, Antasyafi Robby Al Hilmi, Aditya Tri Syahria, dan Raharjati Nursamsa untuk sektor putra.
Di sektor putri, Indonesia akan diwakili oleh Desak Made Rita, Kadek Adi Asih, Rajiah Salsabillah, dan Berthdigna Devi. Nama-nama ini dikenal memiliki potensi besar di disiplin speed climbing.
Diharapkan para atlet speed climbing Indonesia dapat menunjukkan performa terbaik mereka. Mereka diharapkan mampu mengharumkan nama bangsa di kancah internasional pada ajang yang diselenggarakan Federasi Olahraga Panjat Internasional (IFSC) ini.
Sumber: AntaraNews