LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kemenkes Luncurkan Skrining Kanker Kolorektal Gratis, Deteksi Dini Selamatkan Nyawa

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) resmi memasukkan skrining kanker kolorektal gratis ke dalam Program Cek Kesehatan Nasional bagi individu berisiko tinggi usia 45 tahun ke atas, mendorong deteksi dini untuk mengatasi tantangan kesehatan ini.

Sabtu, 30 Mei 2026 20:01:19
kanker kolorektal
Wakil Menteri Kesehatan mengumumkan integrasi skrining kanker kolorektal ke Program Cek Kesehatan Gratis Nasional (CKG), menyasar masyarakat usia 45 tahun ke atas. Langkah ini diharapkan mampu mendeteksi dini kanker usus yang sering terlambat ditangani. (AntaraNews)
Advertisement

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) secara resmi telah menambahkan program skrining kanker kolorektal atau kanker usus besar ke dalam Program Cek Kesehatan Gratis Nasional (CKG). Inisiatif ini menargetkan individu berusia 45 tahun ke atas yang tergolong memiliki risiko tinggi terhadap penyakit tersebut. Langkah strategis ini diambil untuk meningkatkan deteksi dini dan penanganan kanker kolorektal di Indonesia.

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, menjelaskan bahwa pendekatan berlapis akan diterapkan dalam proses skrining ini. Metode yang digunakan meliputi kuesioner skrining kolorektal Asia Pasifik, pemeriksaan rektal digital, dan tes darah samar feses (FOBT) untuk individu berisiko tinggi. Program ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan.

Penambahan skrining ini merupakan respons terhadap fakta bahwa sebagian besar pasien kanker kolorektal datang ke fasilitas kesehatan pada stadium lanjut. Kondisi ini menjadi tantangan serius bagi sistem kesehatan nasional. Deteksi dini menjadi kunci utama untuk meningkatkan angka harapan hidup pasien.

Pentingnya Deteksi Dini Kanker Kolorektal

Kanker kolorektal merupakan tantangan kesehatan global dan nasional yang mendesak. Setiap tahun, setidaknya 1,9 juta kasus baru tercatat di seluruh dunia, menjadikannya kanker paling umum ketiga. Di Indonesia, kanker kolorektal menempati peringkat keempat dalam insiden kasus.

Advertisement

Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi pasien di Indonesia. "Jika 100 pasien kanker kolorektal datang ke fasilitas kesehatan kita hari ini, lebih dari 70 di antaranya akan tiba pada stadium lanjut," ujarnya. Hal ini bukan karena kelalaian pasien, melainkan karena kurangnya deteksi dini.

Penyakit ini juga menjadi penyebab kematian kelima akibat kanker di Indonesia, dengan lebih dari 19.000 kematian setiap tahunnya. Data ini menunjukkan urgensi untuk memperkuat upaya pencegahan dan deteksi dini. Program skrining gratis ini diharapkan dapat mengubah statistik yang mengkhawatirkan tersebut.

Advertisement

Mekanisme Skrining dan Temuan Awal

Pendekatan skrining berlapis yang diterapkan Kemenkes dirancang untuk efektivitas maksimal. Tahap awal melibatkan pengisian kuesioner skrining kolorektal Asia Pasifik untuk mengidentifikasi individu berisiko. Selanjutnya, pemeriksaan rektal digital dan tes darah samar feses (FOBT) dilakukan pada kelompok berisiko tinggi.

Program skrining ini telah menunjukkan hasil awal yang signifikan. Dari lima juta peserta yang telah menjalani skrining, tim Kemenkes menemukan 9.000 hasil positif melalui pemeriksaan rektal digital. Angka ini menunjukkan potensi deteksi dini yang besar.

Selain itu, 2.000 hasil positif juga teridentifikasi melalui tes FOBT. Temuan ini mencerminkan individu yang telah menyelesaikan proses skrining secara penuh. Data awal ini menegaskan pentingnya program skrining massal untuk mengidentifikasi kasus yang mungkin tidak terdeteksi sebelumnya.

Tantangan Pembiayaan dan Pencegahan

Direktur Penyakit Tidak Menular Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, menjelaskan bahwa penanganan kanker, termasuk kanker kolorektal, saat ini ditanggung oleh program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan. Namun, tidak semua jenis obat untuk pengobatan kanker sepenuhnya ditanggung.

"Ada obat-obatan tertentu, mungkin terapi target. Terapi target biasanya untuk metastasis, yang sudah menyebar ke mana-mana. Mungkin tidak semuanya ditanggung BPJS karena mahal," kata Nadia. Hal ini menunjukkan adanya batasan dalam cakupan pembiayaan pengobatan yang kompleks.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk mengambil langkah pencegahan dengan menerapkan gaya hidup sehat. Mengonsumsi banyak buah dan sayuran menjadi salah satu cara efektif untuk mengurangi risiko. Pemerintah akan terus mengedukasi publik tentang pentingnya pencegahan kanker kolorektal.

Advertisement

Sumber: AntaraNews

Berita Terbaru
  • Dinas Pendidikan Morowali Buka Pendaftaran Beasiswa Pemda Morowali 2026, Jangan Sampai Terlewat
  • Pemkot Kediri Tegaskan Pengelolaan APBD Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat, Raih WTP ke-12 Kali
  • Dishub Cimahi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Dukung Proyek Underpass Gatsu
  • Pemkab Kobar Raih WTP ke-12 dari BPK RI, Bukti Tata Kelola Keuangan Akuntabel
  • Tragedi Kebakaran Bengkel Cikupa Tangerang Tewaskan Satu Orang, Penyebab Masih Diselidiki
  • bpjs kesehatan
  • deteksi dini
  • gaya hidup sehat
  • kanker kolorektal
  • kemenkes
  • kesehatan masyarakat
  • kesehatan nasional
  • konten ai
  • merdekaantara
  • pencegahan kanker
  • program ckg
  • skrining kesehatan
Artikel ini ditulis oleh
Editor Redaksi Merdeka
R
Reporter Redaksi Merdeka
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.