Keluarga Mahasiswa Unila Korban Kekerasan Senior Saat Diksar juga Laporankan Kementerian HAM
Keluarga Pratama membawa sejumlah bukti tindakan kekerasan yang dilakukan kepada sang anak.
Pratama Wijaya Kusuma diduga menjadi korban kekerasan senior saat Pendidikan Dasar (Diksar) Organisasi mahasiswa (Ormawa) Mahasiswa Ekonomi Pecinta Lingkungan (Mahepel) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Lampung (Unila). Meminta keadilan, keluarga korban juga mendatangi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) Lampung.
Pengacara keluarga korban, Icen Amsterly mengatakan, kedatangannya ke Kantor Kemenkum HAM untuk mengadukan tindakan kekerasan yang menimpa Pratama dan ke lima korban lainnya.
“Kami telah mendatangi ke Kemenkum HAM untuk membuat pengaduan atas dugaan tindak kekerasan yang melanggar Hak Asasi Manusia yang dilakukan oleh senior di Ormawa Mahepel,” katanya Jumat (6/6).
Tak hanya membawa diri serta membuat laporannya saja, orang tua Pratama membawa sejumlah bukti tindakan kekerasan yang dilakukan kepada sang anak.
“Di Kemenkum HAM kita juga menyerahkan berbagai macam ada beberapa foto baik foto korban, foto kegiatan lalu rekam medik dan izin dari dekanat," katanya.
Keluarga berharap Kementerian HAM dapat dapat menindaklanjuti aduan tersebut. Menurut keterangan dari korban lainnya kekerasan ini dilakukan secara turun menurun.
“Kami meminta agar Kemenkum HAM juga dapat bertindak tugas dengan aduan kami, dan menghapus ormawa yang tidak benar khususnya Mahepel FEB,” tegasnya.
Kronologi
Seperti diketahui, Pratama Wijaya Kusumameninggal dunia setelah sebelumnya mengikuti kegiatan diksar yang dilakukan ormawa Mahepel pada 14-17 November 2024 di Gunung Betung, Pesawaran, Lampung.
Pratama diduga tewas akibat kekerasan yang dilakukan oleh sejumlah senior pada kegiatan tersebut. Penganiayaan tersebut tak hanya diterima oleh Pratama saja namun 5 mahasiswa yang mengikuti diksar pun mendapatkan perlakuan yang sama. Tak hanya Pratama, Faris korban lainnya pun mendapatkan tamparan yang keras sehingga gendang telinga miliknya pecah usai kegiatan tersebut sehingga pendengarannya terganggu . Sehingga saat ini Faris memutuskan untuk tidak melanjutkan perkuliahannya.