Keluarga Korban Tewas Berujung Kerusuhan di Lampung Tengah: Ini Menyangkut Masalah dengan Pak Lurah
Pelaku sudah ditangkap. Keluarga berharap kasus ini diusut tuntas dan ditindak tegas.
SA, warga Kampung Gunung Agung, Kecamatan Terusan Nunyai, Kabupaten Lampung Tengah, tewas usai ditusuk seorang pria. Sebelum pembunuhan terjadi, keduanya saling serang di akun TikTok.
Rupanya, tak hanya sampai pada pembunuhan. Ribut di medsos itu juga membuat kerusuhan terjadi di Kampung Gunung Agung, Kecamatan Terusan Nunyai, Kabupaten Lampung Tengah pada Sabtu, 17 Mei 2025 pagi.
Pelaku sudah ditangkap. Keluarga berharap kasus ini diusut tuntas dan ditindak tegas.
"Saya selalu kakak iparnya mewakili keluarga meminta pihak kepolisian untuk ditindak lanjut setegas mungkin sscepatnya,” kata Usman, kakak ipar korban.
Ia tak menampik bahwa sang adik sering menyebarkan video melalui media sosial TikTok yang bernada provokasi.
"Kejadian ini masih menyangkut masalah dengan pak Lurah, karena adik saya ini menyebarkan video di TikTok makanya jadi begini," ujar Usman.
Ribut Pelaku dan Korban terkait Bansos Pangan
Meski begitu, lanjut Usman, apa yang dilakukan adiknya sebenarnya ingin memperjuangkan hak-hak masyarakat kecil karena mendengar ada dugaan penyelewengan Bantuan Pangan Nasional (Bapang) beras yang menyeret nama Kepala Kampung Gunung Agung.
"Lagi pula adik saya memperjuangkan kebenaran hak-hak masyarakat, bukan untuk dirinya sendiri, yang sungguh disayangkan dengan oknum yang bersangkutan dengan Pak Lurah kurang mengambil tindak tegas dan bertele-tele makanya terjadi ini,” tegasnya.
Usman berharap agar hal tersebut tidak terjadi kembali kepada orang lain.
"Kami keluaraga mengharapkan agar ada tindak lanjuti lebih tegas karena terjadi hal-hal lebih dari ini dan jangan smpe terjadi lagi," ujarnya.
Kronologi
Sebelumnya, terjadi kerusuhan yang mengakibatkan beberapa tempat yang salah satunya rumah milik ah Lurah serta belasan mobil hangus terbakar.
Peristiwa ini bermula adanya akibat perselisihan antara dua pria yang mengakibatkan tindak pidana pembunuhan. Diketahui korban berinisial SA.
Pertengkaran ini bermula dari komentar yang di anggap tidak pantas di media sosial TikTok terkait isu dugaan penyelewengan Bantuan Pangan Nasional (Bapang) beras yang menyeret nama Kepala Kampung Gunung Agung.
Setelah perdebatan itu keduanya memutuskan untuk bertemu di Pasar Bandar Agung, di situlah keduanya terlibat adu mulut yang berujung pada perkelahian. Dan tersangka menikam korban dengan pisau hingga mengalami luka tusuk di bagian leher, rusuk kiri, dan kaki kanan. Dan korban pun akhirnya dinyatakan meninggal dunia akibat luka-luka tersebut.
Akibatnya peristiwa tersebut, muncul sekelompok orang yang dengan tiba-tiba melakukan tindakan anarkis yang mengakibatkan rumah lurah , kantor tempat pelayanan publik sementara serta warung depan SPBU Gunung Agung ludes ter terbakar
Polisi telah menetapkan AS sebagai tersangka penikaman yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
Tampang Pelaku
Kemarin, polisi sudah melakukan olah pra rekonstruksi di lokasi terjadinya penusukan. Kepala Satreskrim Polres Lampung Tengah, Inspektur Satu (Iptu) Pande Putu Yoga Mahendra mengatakan pra rekonstruksi dilakukan untuk memetakan secara jelas dan rinci peristiwa yang terjadi di Tempat Kejadian Perkara,” katanya Senin (19/5).
Dalam pra rekonstruksi, ada 22 adegan yang diperagakan dan adegan krusial terjadi pada adegan ke-14 dan ke-15.
“Dalam adegan ke-14, tersangka melakukan penusukan pertama ke arah leher bagian kiri korban menggunakan senjata tajam jenis pisau,” ungkapnya.
Sementara itu, pada adegan ke-15, tusukan kedua dilakukan ke arah dada sebelah kiri, yang menyebabkan korban mengalami luka parah hingga akhirnya meninggal dunia
Tersangka dijerat dengan pasal 351 ayat 3 dan atau pasal 338 KUHPidana, ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.