Kapolda Jabar Ungkap Massa Berpakaian Hitam & Penutup Muka Bakar Pos Polisi Identik Kelompok Anarko
Rudy menambahkan, kelompok anarko sama sekali tak menyampaikan pendapat dan hanya bertujuan untuk melakukan perusakan.
Kapolda Jabar Irjen Rudi Setiawan, menyebut massa berpakaian hitam yang membuat kericuhan di Jalan Cikapayang-Jalan Tamansari, Kota Bandung, identik dengan kelompok anarko. Hal itu didasarkan atas ciri-ciri yang dikenakan oleh mereka.
"Kalau melihat ciri-cirinya saya beranggapan atau menilai bahwa itu dari kelompok mereka (anarko). Mereka bagian hitam tadi, menutup muka, kemudian membawa benda-benda yang berbahaya, membawa bahan bakar dan sebagainya, dan melakukan perusakan," kata dia saat ditemui di Jalan Aria Jipang, Kota Bandung, pada Jumat (1/5).
Rudy menambahkan, kelompok anarko sama sekali tak menyampaikan pendapat dan hanya bertujuan untuk melakukan perusakan. Tercatat, ada pos polisi dan videotron di Jalan Cikapayang-Jalan Tamansari yang dibakar oleh massa.
"Ini (kelompok anarko) berorasi? Enggak. Memperjuangkan suatu kelompok buruh? Tidak. Menyampaikan pendapat juga? Tidak. Yang ada perusakan," ucap dia.
Sebelumnya diberitakan, polisi menangkap sejumlah orang dari kelompok anarko yang berbuat kericuhan di Jalan Cikapayang-Jalan Tamansari. Belum diketahui jumlah orang yang ditangkap.
Ikut Demo Buruh
Mereka sempat ikut serta dalam demo yang digelar oleh mahasiswa di depan DPRD Jabar dalam rangka memperingati Hari Buruh atau Mau Day.
Bakar Pos Polisi
Usai mahasiswa bubar, mereka beralih ke simpang Jalan Cikapayang-Jalan Tamansari dan membuat kericuhan di sana. Mereka sempat membakar ban kemudian membakar pos polisi.