Jalahoaks DKI Jakarta Sabet Predikat Champion Project WSIS Prizes 2026: Lompatan Besar Literasi Digital Ibu Kota
Program Jalahoaks DKI Jakarta berhasil meraih predikat Champion Project WSIS Prizes 2026, menandai pengakuan global atas upaya literasi digital dan penangkal hoaks di Ibu Kota. Simak detail pencapaiannya!
Program Jakarta Lawan Hoaks (Jalahoaks) yang dikelola oleh Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta berhasil menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Jalahoaks resmi meraih predikat "Champion Project" dalam ajang bergengsi World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2026.
Pengumuman prestisius ini menandai pengakuan global terhadap upaya berkelanjutan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memerangi disinformasi dan meningkatkan literasi digital masyarakat. Keberhasilan ini menjadi sorotan utama, mengingat ketatnya persaingan dari ribuan proyek di seluruh dunia.
Kepala Diskominfotik DKI Jakarta, Budi Awaluddin, menjelaskan bahwa pencapaian ini melalui serangkaian proses seleksi yang sangat ketat. Tahapan tersebut meliputi pengajuan proyek, nominasi, pemungutan suara publik, hingga penilaian akhir oleh tim ahli WSIS.
Perjalanan Jalahoaks Menuju Pengakuan Global
Budi Awaluddin mengungkapkan bahwa predikat "Champion Project" ini merupakan lompatan besar bagi Jalahoaks setelah dua tahun sebelumnya hanya mampu menembus tahap nominasi. Ini adalah kali pertama program penangkal disinformasi tersebut berhasil masuk jajaran "champion project".
Proses seleksi WSIS Prizes melibatkan beberapa tahapan krusial, dimulai dari pengajuan proyek oleh peserta. Setelah lolos ke tahap nominasi, proyek-proyek tersebut akan menjalani pemungutan suara publik yang signifikan.
Hasil voting masyarakat kemudian ditinjau secara mendalam oleh tim ahli WSIS untuk menentukan proyek-proyek yang layak menjadi "champion". Seleksi ketat ini memastikan hanya inisiatif terbaik yang mendapatkan pengakuan.
Dari total 1.595 usulan (submission) dari seluruh dunia, sebanyak 360 proyek berhasil lolos sebagai nominasi. Jumlah ini kemudian mengerucut menjadi 90 "champion project" yang diakui secara global.
Kontribusi Jalahoaks dalam Literasi Digital dan Ekosistem Informasi Sehat
Keberhasilan Jalahoaks tidak terlepas dari pengembangan berbagai program literasi digital yang dilakukan secara berkelanjutan di Jakarta. Tim WSIS tidak hanya menilai klarifikasi hoaks, tetapi juga kontribusi nyata dalam meningkatkan kesadaran masyarakat.
Jalahoaks aktif menyelenggarakan kegiatan literasi digital, menciptakan konten edukatif di media sosial, dan meningkatkan pemahaman publik. Program ini berfokus pada bahaya hoaks dan pentingnya verifikasi informasi.
Dukungan dari pemerintah pusat juga menjadi faktor penting, khususnya pendampingan dari Komdigi melalui program Siberkreasi. Komdigi RI secara konsisten memantau dan memberikan masukan pembinaan terhadap proyek yang berkompetisi di WSIS.
Pencapaian ini memperkuat posisi Jakarta sebagai daerah yang proaktif mengembangkan ekosistem informasi digital yang sehat dan terpercaya. Hal ini sejalan dengan upaya peningkatan literasi digital masyarakat secara menyeluruh.
Dalam ajang WSIS Prizes 2026 ini, Indonesia patut berbangga karena berhasil meloloskan tiga proyek dalam daftar "champion project". Selain Jalahoaks dari Pemprov DKI Jakarta, dua proyek lainnya berasal dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Jalahoaks sendiri berkompetisi dalam kategori "Ethical Dimensions of the Information Society", bersaing ketat dengan empat proyek lain dari berbagai negara. Kategori ini menyoroti pentingnya etika dalam penggunaan informasi digital.
Sebagai langkah selanjutnya, seluruh peraih "champion project" akan diundang untuk menghadiri rangkaian WSIS Forum 2026. Acara bergengsi ini dijadwalkan berlangsung pada 6–10 Juli 2026 di Jenewa, Swiss.
Pada forum tatap muka tersebut, panitia akan mengumumkan 18 proyek terbaik yang akan dinobatkan sebagai pemenang utama (winners), mewakili masing-masing kategori yang diperlombakan.
Sumber: AntaraNews