Jaga Harga Terjangkau, Bulog Targetkan Distribusi Beras SPHP Capai 828 Ribu Ton di 2026
Perum Bulog menargetkan distribusi beras SPHP sebanyak 828 ribu ton sepanjang tahun 2026. Ini merupakan upaya krusial untuk menjaga stabilitas harga beras di pasar dan memastikan ketersediaan bagi masyarakat luas.
Perum Bulog telah menetapkan target ambisius untuk distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sepanjang tahun 2026. Badan logistik negara ini berencana menyalurkan sebanyak 828 ribu ton beras SPHP. Langkah strategis ini bertujuan utama untuk menjaga stabilitas harga beras di tingkat konsumen.
Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa penyaluran beras ini akan dilakukan secara berkelanjutan. Distribusi akan menyasar berbagai titik penjualan untuk memastikan aksesibilitas masyarakat. Hal ini diharapkan dapat menjaga harga beras tetap terkendali dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.
Program distribusi beras SPHP merupakan bagian dari komitmen Bulog dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Dengan target yang jelas, Bulog berupaya memastikan pasokan beras medium berkualitas tersedia. Ini juga untuk mencegah lonjakan harga yang dapat memberatkan masyarakat.
Strategi Penyaluran Beras SPHP Bulog
Bulog akan menyalurkan beras SPHP melalui berbagai saluran distribusi yang luas. Penyaluran utama dilakukan ke pasar tradisional, memastikan ketersediaan langsung bagi pedagang dan konsumen. Selain itu, Bulog juga bekerja sama dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) untuk menjamin pasokan berkelanjutan.
Selain itu, Bulog aktif berpartisipasi dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diselenggarakan bersama kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Keterlibatan ini membantu meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok. Program GPM menjadi salah satu upaya efektif untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Distribusi beras SPHP juga mencakup jaringan outlet binaan pemerintah daerah, koperasi badan usaha milik daerah (BUMD), dan koperasi instansi pemerintah. Jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) milik Bulog sendiri memiliki sekitar 80 ribu titik lokasi. Ini memperluas jangkauan distribusi ke berbagai pelosok wilayah.
Untuk memperluas akses publik terhadap beras terjangkau, beras SPHP juga didistribusikan melalui supermarket dan toko ritel modern. Strategi ini memastikan bahwa beras SPHP dapat diakses oleh konsumen di berbagai segmen pasar. Hal ini juga memberikan pilihan yang lebih banyak bagi masyarakat.
Spesifikasi dan Harga Eceran Tertinggi Beras SPHP
Beras SPHP yang didistribusikan Bulog dikemas dalam ukuran 5 kilogram. Beras ini memiliki kualitas medium sesuai standar pemerintah. Spesifikasi kualitas meliputi tingkat butir patah sekitar 25 persen dan kadar air 14 persen.
Untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang beragam, Bulog juga sedang menyiapkan kemasan 2 kilogram. Ketersediaan kemasan yang lebih kecil ini diharapkan dapat memberikan fleksibilitas. Ini juga memungkinkan masyarakat untuk membeli beras sesuai dengan kebutuhan rumah tangga.
Penjualan beras SPHP mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. HET ini bervariasi berdasarkan zonasi wilayah. Penetapan harga ini bertujuan untuk menjaga keterjangkauan di seluruh Indonesia.
Rincian HET beras SPHP adalah Rp12.500 per kilogram untuk zona 1 (Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi). Untuk zona 2 (Sumatera kecuali Lampung dan Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan) HET-nya adalah Rp13.100 per kilogram. Sedangkan zona 3 (Maluku dan Papua) memiliki HET Rp13.500 per kilogram.
Sumber: AntaraNews