Ini Alasan Dua Pelaku Membully Bocah di Taman Kramat Pulo Jakpus hingga Tersetrum
Pengakuan pelaku ini diungkap ibu MWP, Vira Ismayanti (26) di kediamannya, Kamis (11/6).
R (18) dan L (14), dua remaja pelaku perundungan bocah berinisial MWP (6) di Taman Kramat Pulo, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat meminta maaf kepada keluarga korban. Pelaku R, mengaku alasan melakukan perundungan lantaran kesal karena korban MWP, berbuat iseng terhadapnya.
R merasa perbuatannya tersebut merupakan respons emosi kelakuan korban. Pengakuan pelaku ini diungkap ibu MWP, Vira Ismayanti (26) di kediamannya, Kamis (11/6).
"Katanya sih korban duluan yang iseng. Katanya sih pegang-pegang jenis kelamin dia gitu. Soalnya kan dia awalnya katanya nggak terima ya kalau diisengin duluan gitu," kata Vira.
Kesaksian Ibu Korban
Meski demikian, Vira tidak langsung percaya pengakuan pelaku. Pasalnya, berdasarkan rekaman CCTV yang dilihatnya, MWP tidak melakukan tindakan seperti yang dituduhkan oleh R.
"Ternyata saya lihat CCTV tuh nggak ada kayak gitu," jelas dia.
Vira mengungkap, dia dan suami juga menolak damai terhadap keluarga pelaku meski mereka sudah meminta maaf secara langsung. Dia mengaku akan melanjutkan masalah ini ke ranah hukum dan berhadap pelaku segera ditangkap.
"Nggak oh nggak (damai)," kata Vira di kediamannya, Kamis (11/6).
"Kalau diproses sih sudah diproses ya, sudah secara hukum juga. Saya sih pengen cepat-cepat pelakunya tuh ditangkap, secepatnya gitu," sambungnya.
Kronologi Perundungan
Seperti diberitakan sebelumnya, seorang bocah berinisial MWP (6) terkapar di dekat tiang listrik setelah diduga menjadi korban perundungan di Taman Kramat Pulo, Senen, Jakarta Pusat.
Peristiwa terekam kamera CCTV dan videonya viral di media sosial. Dalam rekaman yang beredar, korban yang mengenakan pakaian merah terlihat dipegang dan diangkat oleh dua remaja.
Dalam video itu, korban terlihat berusaha melepaskan diri namun gagal. Tak lama kemudian, korban terjatuh dan kehilangan kesadaran.
Dua anak yang diduga terlibat dalam kejadian itu kemudian meninggalkan lokasi. Beberapa warga tampak berada di sekitar taman saat peristiwa terjadi.
Tak berselang lama, seorang pria mendatangi korban dan menjauhkannya dari tiang tersebut. Korban kemudian mendapat pertolongan sebelum dibawa ke rumah sakit.