IKA ITS Perkuat Penghijauan Kampus dengan Kebun Buah Alumni
Ikatan Alumni ITS (IKA ITS) meresmikan Kebun Buah Alumni ITS sebagai wujud nyata kontribusi terhadap penghijauan kampus dan pendidikan lingkungan berkelanjutan.
Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (IKA ITS) Surabaya telah meresmikan Kebun Buah Alumni ITS di area belakang Masjid Manarul Ilmi, kampus setempat pada Minggu lalu. Inisiatif ini menjadi wujud nyata kontribusi alumni terhadap penghijauan kampus dan pendidikan lingkungan berkelanjutan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan menciptakan lingkungan kampus yang lebih hijau dan edukatif.
Ketua Umum Pengurus Pusat IKA ITS, Wiluyo Kusdwiharto, menekankan pentingnya warisan lingkungan melalui kegiatan ini. Ia menyatakan, "Menanam pohon bukan hanya tentang lingkungan, tetapi juga tentang warisan. Setiap pohon yang tumbuh akan menjadi pengingat bahwa alumni ITS berkontribusi nyata bagi kampus dan masyarakat." Penanaman simbolis dilakukan bersama Rektor ITS Prof Bambang Pramujati serta jajaran pengurus lainnya.
Sebanyak 65 pohon buah ditanam di lahan seluas satu hektare, melambangkan 650 pohon buah yang dikirim alumni dari berbagai daerah dan negara. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil menanam total 2.100 pohon oleh sivitas akademika, mahasiswa, dan alumni. Ini menunjukkan kepedulian yang besar terhadap isu lingkungan yang semakin mendesak.
Visi dan Dampak Lingkungan
Inisiatif IKA ITS ini merupakan bagian penting dari perayaan Reuni Akbar Alumni ITS yang baru saja berlangsung. Kegiatan ini secara jelas mencerminkan kepedulian mendalam alumni terhadap isu lingkungan yang semakin mendesak untuk ditangani. Langkah konkret ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup tahun 2024, Indonesia menghadapi tantangan serius terkait deforestasi. Data tersebut menunjukkan bahwa Indonesia kehilangan tutupan pohon seluas sekitar 1,3 juta hektare akibat alih fungsi lahan. Oleh karena itu, langkah penghijauan seperti yang dilakukan IKA ITS ini menjadi sangat krusial dalam upaya konservasi.
Kebun Buah Alumni ITS menanam beragam jenis buah lokal yang kaya manfaat, seperti mangga, jambu, dan alpukat. Area ini juga menjadi lokasi eksperimen menarik untuk penanaman durian, menambah keragaman hayati di kampus. Keberagaman tanaman ini tidak hanya memperindah, tetapi juga mendukung ekosistem lokal.
Laboratorium Hidup dan Kolaborasi
Kebun buah ini tidak hanya berfungsi sebagai area penghijauan semata, melainkan juga dirancang sebagai living laboratory atau laboratorium hidup. Fungsinya sangat penting untuk riset tanaman produktif dan praktik konservasi bagi mahasiswa. Ini memberikan kesempatan belajar langsung di lapangan.
Ke depan, kebun tersebut akan dikembangkan menjadi ruang belajar kolaboratif yang inklusif, melibatkan berbagai pihak. Mahasiswa, dosen, dan alumni akan terlibat aktif dalam perawatan tanaman, mulai dari pencatatan pertumbuhan hingga pemanfaatan hasil panen. Partisipasi aktif ini diharapkan memperkuat rasa kepemilikan.
Melalui pendekatan ini, penghijauan diharapkan menjadi bagian integral dari budaya akademik ITS yang kuat. Hal ini akan menghubungkan ilmu pengetahuan dengan tanggung jawab sosial yang diemban oleh institusi. Selain itu, juga menumbuhkan kesadaran ekologis yang kuat di kalangan seluruh sivitas akademika.
Dukungan dan Manfaat Komunitas
Rektor ITS, Prof Bambang Pramujati, menyampaikan apresiasi tinggi atas langkah progresif yang dilakukan oleh IKA ITS. Beliau melihat inisiatif ini sebagai kontribusi nyata bagi lingkungan kampus dan masyarakat luas. Dukungan dari pimpinan universitas sangat penting untuk keberlanjutan program jangka panjang.
"Ribuan pohon buah yang kita tanam hari ini di tanah Ibu Yang Luhur ITS semoga selain berfungsi untuk penghijauan dan menjadi paru-paru kota, diharapkan buahnya juga bermanfaat untuk masyarakat luas," ujar Prof Bambang Pramujati. Kutipan ini menegaskan harapan akan dampak positif jangka panjang, baik secara ekologis maupun sosial.
Kebun Buah Alumni ITS merupakan hasil kolaborasi multipihak yang solid dan efektif. ITS menyediakan lahan yang strategis, alumni bertanggung jawab atas penyediaan bibit berkualitas, dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya menyiapkan area yang semula semak menjadi siap tanam. Kolaborasi ini menunjukkan sinergi yang kuat antar berbagai elemen.
Sumber: AntaraNews