Identifikasi Korban Pesawat IAT ATR 42-500, Biddokkes Polda Sulsel Kirim 3 Tim DVI
Tim DVI disiapkan untuk memberikan pertolongan medis jika korban ditemukan dalam keadaan selamat.
Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulawesi Selatan mendirikan posko ante mortem di Kantor Biddokkes Polda Sulsel, Jalan Kumala, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Minggu (18/1). Biddokes Polda Sulsel juga juga mengirimkan tiga tim Disaster Victim Identification (DVI) ke lokasi kejadian
Kabiddokkes Polda Sulsel, Komisaris Besar Muhammad Haris mengatakan bahwa tiga tim DVI yang diberangkatkan malam ini berjumlah 12 personel dan telah dibekali perlengkapan medis serta identifikasi yang dibutuhkan di lapangan.
"Untuk malam ini kami kirim tiga tim, masing masing dalam satu tim terdiri 4 orang dengan membawa alat perlengkapan yang dibutuhkan," ujarnya melalui keteranga tertulisnya, Minggu (18/1).
Ia menjelaskan, tim DVI disiapkan untuk memberikan pertolongan medis jika korban ditemukan dalam keadaan selamat. Namun, pihaknya juga telah menyiapkan langkah-langkah identifikasi apabila ditemukan korban meninggal dunia.
"Kami membawa peralatan untuk memberikan pertolongan. Kami berharap semua kru dan penumpang masih selamat. Namun seandainya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, kami juga sudah membuka posko ante mortem di Biddokkes untuk pendataan," jelasnya.
Muhammad Haris menambahkan, hingga saat ini pihaknya belum menerima informasi adanya korban yang ditemukan di lokasi kejadian. Tim SAR gabungan masih berupaya mencari titik jatuhnya pesawat.
"Sejauh ini informasi dari tim yang sudah ke TKP belum menemukan titik pesawat jatuh. Kami masih menunggu perkembangan apakah ada korban yang ditemukan, baik selamat maupun meninggal," katanya.
Posko ante mortem tersebut, lanjut dia, berfungsi untuk mendata identitas penumpang dan kru pesawat jika nantinya terdapat korban meninggal dunia.
Sementara pemeriksaan post mortem akan dilakukan apabila ditemukan jenazah atau bagian tubuh korban di lokasi kejadian.
Selain itu, Biddokkes Polda Sulsel juga menyiagakan sejumlah mobil ambulans di posko ante mortem untuk mendukung proses evakuasi dan penanganan korban apabila diperlukan.
Sebelumnya Kapolda Sulsel Inspektur Jenderal Djuhandhani Raharjo Puro telah memerintahkan Biddokes Polda Sulsel untuk menyiapkan tim DVI untuk melakukan identifikasi korban hilang kontak pesawat IAT ATR 42-500. Djuhandhani menyebut tim DVI tersebut nantinya ditempatkan di Rumah Sakit TNI AU Dodi Sarjito Makassar.
"Kami sudah mempersiapkan dari DVI," ujarnya kepada wartawan di Kantor Basarnas Makassar, Sabtu (17/1).
Undang Pihak Keluarga Korban
Rencananya, Polda Sulsel mengundang keluarga untuk diambil ante mortem dan post mortem.
"Rencana kami sudah siap dan keluarga kami akan undang untuk mengecekkan lebih lanjut," kata dia.
Djuhandhani mengaku tim DVI dari Mabes Polri juga akan turun. Ia mengaku masih akan berkomunikasi dengan seluruh stakeholder terkait.
Dari Mabes Polri, kemudian dari Polda juga sudah siap. Kami terus berkomunikasi sementara," ucapnya.