RS Polri Ungkap Enam Korban Kebakaran Glodok Plaza Diduga Kru Pesawat, Begini Langkah Tim DVI Lakukan Identifikasi

Dugaan enam kru itu menjadi korban kebakaran Glodok Plaza diketahui usai perwakilan keluarga memberikan informasi kepada Tim DVI.

Ady Anugrahadi
Oleh Ady Anugrahadi - Reporter
RS Polri Ungkap Enam Korban Kebakaran Glodok Plaza Diduga Kru Pesawat, Begini Langkah Tim DVI Lakukan Identifikasi
Rumah Sakit Bhayangkara Tk I Pusdokkes Polri (RS Polri) Kramat Jati, Jakarta Timur mengunjungi tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran Glodok Plaza, Taman ... (© 2025 planet.merdeka.com)

Enam kru pesawat diduga menjadi korban kebakaran Glodok Plaza, Taman Sari, Jakarta Barat. Dugaan enam kru itu menjadi korban kebakaran Glodok Plaza diketahui usai perwakilan keluarga memberikan informasi kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.

Kabid DVI Rodokpol Pusdokkes Mabes Polri Kombes Pol Ahmad Fauzi mengatakan, Tim DVI masih perlu mendalami informasi tersebut. Rencananya mereka akan menyurati Balai Kesehatan Penerbangan.

"Diduga ada enam dari laporan keluarga, kita tanya korban pekerjaan apa, sebagian keluarga menyatakan korban bekerja di maskapai ini. Kemudian kita telusuri, kalau kru pesawat, pilot, pramugari, pramugara atau teknisi, biasanya memiliki data rekam medis di balai kesehatan penerbangan," kata Fauzi kepada wartawan, Senin (20/1).

Fauzi mengatakan, surat permohonan permintaan data rekam medis akan dikirimkan ke Balai Kesehatan Penerbangan pada hari ini. Meski begitu, Tim DVI Polri secara lisan sudah berkoordinasi dengan salah seorang perwakilan dari Balai Kesehatan Penerbangan.

"Nah hari ini kita bersurat. Memang mungkin suratnya belum sampai ya karena baru hari ini kita (kirim). Tapi secara lisan saya sudah berhubungan dengan salah satu orang kesehatan sana," ujar Fauzi.

Kepolisian memeriksa sembilan saksi terkait kasus kebakaran gedung Glodok Plaza, Jakarta Barat. Penyebab kebakaran masih belum diketahui, tim gabungan Polres Metro Jakarta Barat bersama Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya masih melakukan proses penyelidikan.

"Sampai dengan saat ini setidaknya ada sembilan saksi yang sudah diambil keterangan dalam rangka peristiwa ini oleh Polres Metro Jakbar, serta di-asistensi oleh Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi saat konferensi pers, Senin (20/1).

Di sisi lain, Ade Ary mengatakan, Polres Metro Jakarta Barat dibantu Subdit Ditreskrimum Polda Metro Jaya, BPBD DK Jakarta dan Tim DVI Pusdokes Polri juga masih melakukan pembersihan dan proses pencarian terhadap korban yang dilaporkan hilang.

Sejauh ini, Rumah Sakit Polri telah menerima 8 kantung jenazah korban kebakaran Gedung Glodok Plaza, Jakarta Barat. Sedangkan, menurut laporan, terdapat 14 orang hilang.

"Mohon waktu di lokasi di TKP proses pembersihan, proses pencarian masih dilakukan. Tentunya kita berharap tidak ada korban lagi, tapi proses pembersihan, pencarian tetap berlangsung," ujar dia.

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri telah kantongi data pendukung untuk melakukan identifikasi terhadap korban kebakaran Gedung Glodok Plaza, Jakarta Barat. Total, ada 8 kantung jenazah diterima RS Polri, Kramat Jati dari total 14 orang yang dilaporkan hilang.

Data itu diperbaharui Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi pada Senin, (20/1/2025). Ade Ary mengatakan, proses identifikasi masih berlangsung di Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

"Hasil komunikasi tim DVI, di sana sudah melaporkan 14 pihak terkait adanya 14 orang yang hilang. Dan sudah memberikan data data antemorterm, data ini masih berproses sebagian data sudah diserahkan. Tim DVI masih menerima berbagai data lain yanh masih belum bisa dilengkapi," kata Ade Ary.

Ade Ary menerangkan, Tim DVI Polri masih mengumpulkan data ante mortem dari pihak keluarga untuk membantu proses identifikasi.

Ade Ary membeberkan, data ante mortem terbagi menjadi dua. Adapun, data sekunder antara lain keadaan fisik korban sebelumnya, bisa pakaian yang dikenakan, tanda lahir, tato. Sedangkan, data primer, yaitu sidik jari korban dan data pemeriksaan gigi, dan DNA.

"Ini lah yang akan dilakukan identifikasi. Setelah proses identifikasi didapatkan data postmortem kemudian dilakukan rekonsiliasi atau pencocokan baru diputuskan apakah identik dan sebagainya itu tahapannya secara teknis," ujar dia.

Ade Ary mengatakan, Polda Metro Jaya dalam menangani perkara ini dibantu oleh tim DVI Pusdokes Polri dari Rumah Sakit Polri Kramatjati.

Dia menyebut, ini misi kemanusiaan, sehingga harus hati-hati dan cermat serta teliti baik itu dalam proses olah TKP, pembersihan, pencarian korban yang masih dinyatakan hilang.

"Jadi saat ini fokus pada pendalaman nanti selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan secara laboratoris oleh Puslabfor untuk melakukan penanganan secara ilmiah, hati-hati dan teliti dalam rangka misi kemanusiaan ini untuk segera diidentifikasi nanti jenazah dapat dikembalikan ke keluarganya untuk dimakamkan secara layak," ucap dia.

Rekomendasi