ICW minta masyarakat bantu KPK cari Setya Novanto
"Jadi sipil diimbau turut serta kooperatif bisa membantu KPK mencari SN, dan melaporkan ke KPK," harapnya.
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangi kediaman Ketua DPR, Setya Novanto, pada Rabu malam hingga Kamis dini hari. Selain melakukan penggeledahan, kedatangan KPK untuk menangkap Setnov, sapaannya, setelah berulang kali mangkir untuk diperiksa sebagai tersangka kasus e-KTP.
Indonesian Corruption Watch (ICW) mengapresiasi ketegasan KPK meskipun Setnov sendiri tak ditemukan keberadaannya.
"Memang sangat disayangkan penangkapan tidak berbuah, artinya Setya Novanto tidak ditemukan, dan sampai hari ini soal keberadaannya masih simpang siur," kata Peneliti ICW Lalola Easter di kantor ICW, Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (16/11).
ICW berharap masyarakat dapat membantu KPK menemukan Setnov. "Artinya, masyarakat bisa meminjam kewenangan penegak hukum, dalam konteks sama-sama mencari, jadi pencarian terhadap SN sekarang bukan monopoli KPK, tapi melibatkan sipil," ujarnya.
"Jadi sipil diimbau turut serta kooperatif bisa membantu KPK mencari SN, dan melaporkan ke KPK," harapnya.
Seperti diberitakan, Setnov kembali ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi pengadaan e-KTP oleh KPK. Selain itu juga, KPK telah melakukan penjemputan paksa di kediamannya di Jakarta Selatan. Namun, KPK tak membuahkan hasil karena hingga kini Setnov tak diketahui keberadaannya.
Baca juga:
Media Inggris sampai AS soroti hilangnya Setya Novanto
Dedi Mulyadi serukan langkah penyelamatan Partai Golkar
Ketua Umum Muhammadiyah minta Setnov mengikuti proses hukum
Rapat 3 jam, MKD berdebat soal status Setya Novanto
Istana sebut operasi penangkapan Setnov sudah sesuai kewenangan, silakan KPK jalankan
Fahri Hamzah sebut penjemputan paksa upaya KPK hancurkan Setnov
Setelah reformasi, Mahfud sebut Setya Novanto ketua DPR terburuk