Hendak Lerai Cekcok Pasutri, Pria di Makassar Tewas Dibacok
Andik menjelaskan kronologi berawal saat pelaku SF cekcok dengan istrinya MR. Saat itu, SF dalam kondisi mabuk usai menenggak miras.
Malang nasib Rauf (45) yang meninggal dunia usai dibacok kerabatnya inisial SF (40) usai bermaksud melerai cekcok antara SF dengan istrinya inisial MR (40). SF membacok korban saat dalam kondisi dipengaruhi minuman keras (miras).
Kepala Kepolisia Sektor Biringkanaya Makassar, Ajun Komisaris Andi Wahyu Cahyono mengatakan, kasus penganiayaan yang berujung hilangnya nyawa terjadi di Jalan Bontomanai, Kelurahan Bulurokeng, Kecamatan Biringkanaya, Minggu (12/4) malam. Akibat kejadian tersebut, seorang warga bernama Rauf kehilangan nyawa usai dibacok kerabatnya inisial SP.
"Pelaku sudah ditangkap. Korban meninggal dunia usai terkena sabetan parang pelaku," ujarnya kepada wartawan, Senin (13/4).
Andik menjelaskan kronologi berawal saat pelaku SF cekcok dengan istrinya MR. Saat itu, SF dalam kondisi mabuk usai menenggak miras.
"Berdasarkan penyelidikan, pelaku dalam kondisi mabuk dan meminta uang kepada istrinya. Tapi tidak dikasih hingga terjadi pertengkaran," kata Andik.
Tak berselang lama, istri pelaku teriak meminta tolong. Teriakan tersebut, akibat pelaku membacok istrinya dengan menggunakan parang.
"Pelaku memarangi istrinya hingga mengalami luka robek bagian punggung," ungkapnya.
Datangi Rumah Pelaku
Mendengar teriakan MR, korban bersama kerabatnya mendatangi rumah pelaku. Awalnya, keduanya mencoba menenangkan pelaku.
"Korban bersama sepupunya mencoba menenangkan pelaku dan meminta agar parang yang dipegang disimpan," sebutnya.
Namun, kondisi semakin memanas dan pelaku mengancam korban dan sepupunya. Tak lama berselang, pelaku mengayunkan parangnya dan mengenai leher korban.
"Pelaku mengancam untuk tidak ikut campur. Spontan pelaku langsung memarangi korban dan mengenai leher," bebernya.
Pelaku Langsung Kabur
Usai kejadian tersebut, pelaku langsung kabur. Sementara sepupu korban menolong RF dan MR ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Rakyat Makassar.
"Nyawa korban tidak terselamatkan, akibat luka terbuka pada leher usai terkena parang," kata Andik.
Sementara pelaku, berhasil ditangkap meski sempat kabur. Andik menjelaskan motif pelaku yakni gelap mata dan di bawah pengaruh miras.