Gubernur Papua Dorong Pemanfaatan Hasil Lokal untuk Program Makan Bergizi Gratis di Supiori
Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri menekankan pentingnya hasil kebun dan ikan lokal untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Supiori, mendorong ekonomi masyarakat setempat.
Jayapura – Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri mengingatkan pentingnya pemanfaatan hasil kebun dan tangkapan ikan milik masyarakat lokal. Hal ini bertujuan guna mendukung kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Supiori. Pernyataan tersebut disampaikan di Jayapura pada Sabtu (23/5), menekankan peran strategis masyarakat dalam program nasional ini.
Keterlibatan aktif masyarakat dalam penyediaan bahan pangan merupakan langkah krusial. Ini tidak hanya meningkatkan kualitas gizi penerima manfaat MBG. Lebih jauh, inisiatif ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi bagi petani dan nelayan setempat.
Penekanan ini disampaikan Gubernur Fakhiri saat meninjau pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Supiori. Kunjungan kerja pada Jumat (22/5) tersebut bertujuan melihat langsung potensi pemanfaatan hasil pertanian dan perikanan lokal. Tujuannya adalah menciptakan perputaran ekonomi di daerah tersebut.
Peran Strategis Hasil Lokal dalam Program Makan Bergizi Gratis Papua
Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri menekankan bahwa pemanfaatan hasil kebun dan ikan lokal adalah kunci sukses Program Makan Bergizi Gratis. Langkah ini memastikan ketersediaan pangan bergizi sekaligus memberdayakan ekonomi masyarakat. Keterlibatan petani dan nelayan lokal menjadi prioritas utama dalam program ini.
Dengan melibatkan masyarakat, Program MBG tidak hanya berfungsi sebagai penyedia gizi. Program ini juga bertransformasi menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Perputaran uang akan terjadi di tingkat lokal, memberikan manfaat langsung kepada produsen pangan.
Fakhiri berharap Kabupaten Supiori dapat menjadi percontohan bagi daerah lain di Papua. Model ini menunjukkan bagaimana program gizi dapat terintegrasi dengan pengembangan ekonomi lokal. Ini adalah visi jangka panjang untuk kesejahteraan masyarakat Papua.
Apresiasi Pembangunan Infrastruktur SPPG di Supiori
Gubernur Fakhiri mengapresiasi kualitas pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Supiori. Infrastruktur ini dinilai sangat baik dan menggunakan konstruksi permanen, menunjukkan komitmen serius. Hal ini berbeda dengan sebagian besar dapur MBG di daerah lain yang masih memakai konstruksi baja ringan.
Kunjungan kerja pada Jumat (22/5) lalu memberikan gambaran langsung. Gubernur melihat bagaimana pemanfaatan hasil pertanian dan perikanan lokal dapat dioptimalkan. Tujuannya agar dapat menciptakan perputaran ekonomi yang signifikan di daerah tersebut.
Dengan infrastruktur yang kokoh, pemerintah berharap Program MBG di Supiori dapat berjalan optimal. Supiori diharapkan menjadi model pengembangan pelayanan gizi terpadu. Model ini bisa diterapkan di daerah lain di Papua.
Progres dan Target Penyelesaian SPPG di Wilayah 3T
Kabupaten Supiori saat ini memiliki 12 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sembilan dari titik tersebut berlokasi di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), menunjukkan fokus pada daerah yang membutuhkan. Ini adalah upaya nyata pemerintah untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Dari total 12 titik SPPG, lima titik telah rampung 100 persen dan siap beroperasi. Ini menandakan kemajuan signifikan dalam penyediaan layanan gizi. Sisanya masih dalam tahap penyelesaian, dengan progres sekitar 60 hingga 70 persen.
Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri menargetkan seluruh titik SPPG di Supiori selesai pada Juli 2026. Target ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan program berjalan lancar. Penyelesaian tepat waktu akan memastikan akses gizi yang merata bagi masyarakat.
Sumber: AntaraNews