Gubernur Jatim Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Gula Nasional di Kediri
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memantau langsung proses giling tebu di PG Ngadirejo, Kediri, menegaskan komitmen Pemprov Jatim dalam mencapai target Swasembada Gula Nasional melalui peningkatan produktivitas dan perluasan lahan.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melakukan kunjungan kerja ke Pabrik Gula (PG) Ngadirejo di Kabupaten Kediri pada Sabtu ini. Kunjungan tersebut bertujuan untuk memantau langsung proses giling tebu dan memastikan kelancaran operasional. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendukung target swasembada gula konsumsi nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah menekankan pentingnya peningkatan produktivitas dan kualitas tebu demi mencapai kemandirian gula. Ia juga mengapresiasi peningkatan rendemen di PG Ngadirejo yang telah mencapai 8,5 persen pada musim giling saat ini. Peningkatan ini menunjukkan hasil positif dari berbagai program yang telah dijalankan.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen penuh untuk menjadi motor penggerak dalam mewujudkan swasembada gula. Dukungan ini diwujudkan melalui berbagai program strategis, termasuk peremajaan tanaman dan perluasan area tanam tebu di wilayah sentra produksi.
Peningkatan Produktivitas dan Kualitas Tebu
Gubernur Khofifah menyoroti pentingnya peningkatan rendemen sebagai indikator kualitas tebu yang diolah. Di PG Ngadirejo, rendemen tebu telah mencapai 8,5 persen pada musim giling ini, menunjukkan adanya perbaikan signifikan. Peningkatan ini diharapkan dapat berkontribusi pada produksi gula yang lebih efisien dan berkualitas.
Untuk mencapai kualitas tebu yang lebih baik, pemerintah giat melaksanakan program bongkar ratoon. Program ini melibatkan peremajaan tanaman tebu yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas lahan secara berkelanjutan. Inisiatif ini menjadi kunci dalam penguatan sektor gula nasional.
Kegiatan tanam perdana bongkar ratoon tebu telah dilaksanakan di Desa Ngletih, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri. Program serupa juga serentak dilakukan di 11 kabupaten/kota lain, mencakup 15 titik tanam yang tersebar di seluruh wilayah. Upaya ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam revitalisasi perkebunan tebu.
Perluasan Lahan dan Target Produksi Nasional
Selain program bongkar ratoon, pemerintah juga fokus pada perluasan area tanam tebu, khususnya di Jawa Timur. Pada tahun 2026, Kementerian Pertanian RI menargetkan pengembangan tebu seluas 97.970 hektare secara nasional. Dari jumlah tersebut, Jawa Timur mendapatkan porsi terbesar dari target ini.
Provinsi Jawa Timur ditargetkan untuk menggarap 54.897 hektare lahan tebu yang tersebar di 24 kabupaten sentra tebu. Angka ini menegaskan peran strategis Jawa Timur sebagai lumbung tebu nasional. Perluasan lahan ini diharapkan mampu mendongkrak produksi gula secara signifikan.
Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Mahmudi, optimis bahwa target swasembada gula nasional dapat tercapai akhir tahun ini. Optimisme ini didukung oleh produktivitas tebu yang melimpah dan inovasi yang dilakukan oleh pabrik gula. Peningkatan produktivitas tebu di Jawa Timur sendiri mencapai 1,5 juta ton dari tahun sebelumnya.
Peran Strategis Jawa Timur dalam Swasembada Gula
Jawa Timur telah lama dikenal sebagai provinsi penghasil tebu terbesar di Indonesia, menyumbang sekitar 51 persen dari total produksi gula nasional. Kontribusi signifikan ini menjadikan Jawa Timur sebagai pilar utama dalam mewujudkan kemandirian gula. Capaian ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak.
Pada tahun 2025, produksi gula kristal putih di Jawa Timur mencapai 1.343.995 ton, angka tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir. Gubernur Khofifah menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah buah dari gotong royong petani, pabrik gula, pemerintah, lembaga penelitian, dan perguruan tinggi. Sinergi ini menjadi kunci keberlanjutan sektor gula.
Kabupaten Kediri, dengan luas lahan tebu sekitar 25 ribu hektare dan didukung tiga pabrik gula, memiliki potensi besar. Gubernur Khofifah berharap Kediri dapat terus didorong menjadi pusat pertumbuhan industri gula nasional. Potensi ini perlu dimaksimalkan melalui dukungan berkelanjutan dari pemerintah provinsi.
Dukungan Pemerintah Provinsi dan Harapan PG Ngadirejo
Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memberikan dukungan komprehensif untuk sektor tebu. Dukungan ini mencakup bantuan alat dan mesin pertanian, penguatan sistem irigasi, serta upaya mitigasi dampak perubahan iklim. Langkah-langkah ini penting untuk menjaga keberlanjutan produksi tebu di tengah tantangan lingkungan.
Plt General Manager PG Ngadirejo, Faiz Humami, menyatakan bahwa pabriknya akan melaksanakan giling selama 200 hari. Target giling tebu mencapai 11 juta kuintal, dengan estimasi hasil gula sebanyak 80 ribu ton. PG Ngadirejo berharap dapat menjadi pilar penting dalam mewujudkan swasembada gula nasional.
Faiz Humami juga memohon doa restu dari masyarakat dan pemangku kebijakan agar proses giling berjalan lancar dan seluruh karyawan diberi keselamatan. Kunjungan Gubernur Khofifah ke PG Ngadirejo, meninjau langsung proses giling hingga produksi gula, menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung operasional pabrik.
Sumber: AntaraNews