Aktivitas bongkar muat kontainer di Terminal Peti Kemas IPC, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Indonesia, Rabu (06/08/2025). (AP/Achmad Ibrahim)
Advertisement
Tarif resiprokal sebesar 19 persen dari Amerika Serikat terhadap Indonesia resmi berlaku mulai hari ini, Rabu (7/8/2025). Meski begitu, pemerintah Indonesia masih terus berupaya menegosiasikan penghapusan tarif untuk sejumlah komoditas. “Kita masih proses negosiasi. Harapannya, ada beberapa produk yang tidak diproduksi AS bisa dikenakan tarif nol persen,” kata Menteri Perdagangan Budi Santoso di Jakarta, seperti dikutip Liputan6.com.
Budi menargetkan kesepakatan bisa tercapai sebelum 1 September 2025. Ia menyebut ruang dialog dengan pemerintah AS masih terbuka.
Advertisement
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menetapkan tarif 32 persen sejak 2 April 2025, namun pemberlakuannya ditunda 90 hari hingga 9 Juli. Hasil negosiasi awal menurunkan tarif menjadi 19 persen, sementara Indonesia meminta sejumlah produk AS masuk tanpa bea. Pemerintah optimistis lobi dagang masih bisa menghasilkan kesepakatan yang lebih menguntungkan kedua pihak.
Aktivitas bongkar muat kontainer di Terminal Peti Kemas IPC, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Indonesia, Rabu (06/08/2025). AP/Achmad Ibrahim
Aktivitas bongkar muat kontainer di Terminal Peti Kemas IPC, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Indonesia, Rabu (06/08/2025). AP/Achmad Ibrahim
Aktivitas bongkar muat kontainer di Terminal Peti Kemas IPC, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Indonesia, Rabu (06/08/2025). AP/Achmad Ibrahim
Aktivitas bongkar muat kontainer di Terminal Peti Kemas IPC, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Indonesia, Rabu (06/08/2025). AP/Achmad Ibrahim
Aktivitas bongkar muat kontainer di Terminal Peti Kemas IPC, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Indonesia, Rabu (06/08/2025). AP/Achmad Ibrahim
Aktivitas bongkar muat kontainer di Terminal Peti Kemas IPC, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Indonesia, Rabu (06/08/2025). AP/Achmad Ibrahim
Aktivitas bongkar muat kontainer di Terminal Peti Kemas IPC, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Indonesia, Rabu (06/08/2025). AP/Achmad Ibrahim
Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.
Selain karena akan merusak proses pemulihan ekonomi China, pengenaan tarif impor 60 persen juga berpotensi biaya hidup di Amerika Serikat bakal melonjak.
Terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS diprediksi akan membawa perubahan signifikan dalam kebijakan perdagangan global, termasuk dengan Indonesia.