Anak Agung Gde Agung berjalan saat upacara penobatannya sebagai Ida Cokorda (raja) Mengwi ke-13, di Mangupura, Kabupaten Badung, Bali Senin (07/07/2025 (AFP/ Sonny Tumbelaka)
Advertisement
Suasana khidmat menyelimuti pelataran Pura Taman Ayun, Mengwi, Badung, Bali, pada Senin (07/07/2025), saat upacara sakral penobatan Penglingsir Puri Mengwi, Anak Agung Gde Agung, sebagai Raja Mengwi digelar. Dalam upacara yang berlangsung penuh tradisi dan spiritualitas tinggi ini, Gde Agung resmi menyandang gelar Ida Cokorda Mengwi XIII.P
Penobatan ini menjadi momen penting setelah 24 tahun kekosongan posisi raja, menyusul wafatnya sang ayah, Ida Cokorda Mengwi XII, pada tahun 2001. Gde Agung kini melanjutkan tongkat estafet sebagai pemimpin sosial, budaya, dan spiritual masyarakat Mengwi. Rangkaian prosesi Abhiseka Ida Cokorda digelar di Puri Mengwi sejak Minggu (6/7/2025) dan berakhir Senin (7/7/2025).
Advertisement
Upacara sakral langka ini terakhir kali dilaksanakan pada 1946, untuk penobatan Ida Cokorda Punggawa dan Ida Cokorda Istri Karang. Dahulu, Abhiseka menjadi momen penobatan raja dalam struktur kerajaan Mengwi. Kini, maknanya bertransformasi sebagai pengangkatan simbolik pemimpin adat dan spiritual yang berperan penting dalam menjaga warisan dan harmoni masyarakat Bali
Anak Agung Gde Agung berjalan saat upacara penobatannya sebagai Ida Cokorda (raja) Mengwi ke-13, di Mangupura, Kabupaten Badung, Bali Senin (07/07/2025). AFP/ Sonny Tumbelaka
Warga adat menyaksikan prosesi upacara penobatan Anak Agung Gde Agung sebagai Ida Cokorda (raja) Mengwi ke-13, di Pura Taman Ayun di Mangupura, Kabupaten Badung, Bali Senin (07/07/2025). AFP/ Sonny Tumbelaka
Anak Agung Gde Agung berjalan saat upacara penobatannya sebagai Ida Cokorda (raja) Mengwi ke-13, di Mangupura, Kabupaten Badung, Bali Senin (07/07/2025). AFP/ Sonny Tumbelaka
Wanita Bali membawa sesaji di atas kepalanya saat prosesi menuju Pura Taman Ayun untuk upacara penobatan Anak Agung Gde Agung sebagai Ida Cokorda (raja) Mengwi ke-13 di Mangupura, Kabupaten Badung, Bali Senin (07/07/2025). AFP/ Sonny Tumbelaka
Penari Bali berkumpul untuk upacara penobatan Anak Agung Gde Agung sebagai Ida Cokorda (raja) Mengwi ke-13 di Mangupura, Kabupaten Badung, Bali Senin (07/07/2025). AFP/ Sonny Tumbelaka
Wanita Bali membawa sesaji di atas kepalanya saat prosesi menuju Pura Taman Ayun untuk upacara penobatan Anak Agung Gde Agung sebagai Ida Cokorda (raja) Mengwi ke-13 di Mangupura, Kabupaten Badung, Bali Senin (07/07/2025). AFP/ Sonny Tumbelaka
Penari Bali tampil saat upacara penobatan Anak Agung Gde Agung sebagai Ida Cokorda (raja) Mengwi ke-13 di Pura Taman Ayun di Mangupura, Kabupaten Badung, Bali, Senin (07/07/2025). AFP/ Sonny Tumbelaka
Pemangku membakar dupa saat prosesi upacara penobatan Anak Agung Gde Agung sebagai Ida Cokorda (raja) Mengwi ke-13 di Pura Taman Ayun di Mangupura, Kabupaten Badung, Bali, Senin (07/07/2025). AFP/ Sonny Tumbelaka
Anak Agung Gde Agung berjalan saat upacara penobatannya sebagai Ida Cokorda (raja) Mengwi ke-13, di Mangupura, Kabupaten Badung, Bali Senin (07/07/2025 AFP/ Sonny Tumbelaka
Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.
Menurut Djarot, hal itu merupakan permintaan langsung dari kader partai berlambang banteng moncong putih agar Megawati dapat menjadi inspektur upacara.
Pj Gubernur Bali nantinya akan memimpin hingga sekitar Bulan Nopember 2024 nanti atau setelah pemilihan Gubernur Bali yang rencananya dilakukan pada bulan itu.
Mengawali acara besar Grebeg Mulud, Keraton Yogyakarta melakukan tradisi menyebar udhik-udhik. Animo masyarakat untuk mengikuti prosesi ini cukup besar.