Festival Balon Hiasi Langit Pekalongan, Tradisi Rakyat yang Kini Harus Berbagi Ruang dengan Jalur Pesawat
Salah satu balon yang menarik perhatian adalah balon bergambar tokoh nasional, mantan Kapolri Jenderal Hoegeng Iman Santoso.
Puluhan balon udara dengan berbagai motif menghiasi langit Kota Pekalongan dalam festival balon yang digelar pada Sabtu (28/3/2026). Salah satu balon yang menarik perhatian adalah balon bergambar tokoh nasional, mantan Kapolri Jenderal Hoegeng Iman Santoso.
Festival balon ini menjadi salah satu tradisi tahunan yang selalu dinanti masyarakat. Aneka desain dan kreativitas peserta membuat langit Pekalongan tampak semarak dan penuh warna.
Namun, di balik kemeriahan tersebut terdapat fakta penting yang jarang diketahui publik. Wilayah udara Pekalongan merupakan salah satu jalur penerbangan tersibuk di Indonesia.
Wali Kota Pekalongan, Afzan Arslan Djunaid, mengatakan penyelenggaraan festival balon tahun ini dilakukan dengan pengaturan yang ketat demi menjaga keamanan.
Ia memastikan seluruh balon yang diterbangkan dalam festival ditambatkan ke tanah sehingga tidak membahayakan lalu lintas udara.
"Jadi penonton diarahkan ke tribun agar tidak mengganggu jalannya kegiatan," ungkapnya.
Ancaman Balon Liar Masih Jadi Perhatian
Meski pengawasan diperketat, pemerintah daerah masih menemukan sejumlah balon liar yang diterbangkan tanpa pengawasan.
Dia juga mengingatkan bahaya balon liar yang masih ditemukan. “Masih ada 21 balon liar terpantau, ini harus jadi perhatian bersama,” tegasnya.
Menurutnya, balon liar tidak hanya membahayakan penerbangan, tetapi juga berisiko bagi masyarakat, terutama jika dilengkapi petasan yang dapat memicu kecelakaan.
"Upaya menekan balon liar tidak hanya melalui penindakan. Edukasi kepada masyarakat dilakukan secara masif," ujarnya.
Pemerintah daerah bersama AirNav Indonesia, Tentara Nasional Indonesia, dan Kepolisian Negara Republik Indonesia terus memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tradisi tetap berjalan tanpa melanggar aturan.
Pekalongan Berada di Jalur Udara Tersibuk
Direktur Keselamatan, Keamanan, dan Standarisasi AirNav Indonesia, Nur Cahyo Utomo, menjelaskan bahwa wilayah udara Pekalongan dilintasi jalur penerbangan W45 atau Whiskey Four Five.
"Jalur ini menjadi lintasan utama pesawat dari barat ke timur Indonesia," kata Nur Cahyo Utomo, Sabtu (28/3/2026).
Pesawat yang menuju berbagai kota besar seperti Semarang, Surabaya, Denpasar, Makassar hingga wilayah Papua melintasi jalur tersebut. Hal ini membuat setiap gangguan di udara, termasuk balon liar, berpotensi berdampak luas.
“Ini jalur paling padat di Indonesia,” ujarnya.
Tradisi Tetap Lestari, Keselamatan Tetap Terjaga
Meski berada di jalur udara yang padat, festival balon tetap dipertahankan sebagai bagian dari tradisi masyarakat Pekalongan. Namun pelaksanaannya kini disesuaikan dengan standar keselamatan penerbangan.
"Tahun sebelumnya, tercatat 51 laporan pilot terkait balon udara. Pada 2026, jumlah tersebut turun menjadi 21 laporan hingga 25 Maret. Bahkan, dalam dua hari terakhir sebelum puncak festival, tidak ada laporan baru," jelasnya.
Direktur Navigasi Penerbangan pada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Syamsu Rizal, menilai festival ini menjadi contoh bagaimana tradisi dapat berjalan seiring dengan aspek keselamatan penerbangan.
"Kita bisa melestarikan budaya sekaligus menjaga keselamatan penerbangan,” kata dia.
Salah satu indikator keberhasilan kolaborasi ini adalah menurunnya laporan balon liar. Penurunan tersebut menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat.
"Balon yang diterbangkan dalam festival kini diwajibkan diikat. Dengan demikian, risiko terhadap penerbangan dapat ditekan," pungkasnya.