Fakta Unik Monumen Reog Ponorogo Setinggi 126 Meter: Stafsus Wapres Dorong Penguatan Ekonomi Kreatif
Staf Khusus Wapres RI Suwardi dorong Pemkab Ponorogo perkuat ekonomi kreatif dan budaya, soroti pembangunan Monumen Reog Ponorogo setinggi 126 meter. Akankah jadi ikon nasional?
Staf Khusus Wakil Presiden (Wapres) RI Suwardi baru-baru ini mengunjungi Ponorogo, Jawa Timur. Kunjungan ini bertujuan untuk mendorong Pemerintah Kabupaten Ponorogo agar terus menjaga serta melestarikan kearifan lokalnya. Fokus utama adalah penguatan sektor kebudayaan dan ekonomi kreatif daerah.
Dalam pertemuan penting di rumah dinas Bupati Ponorogo, kompleks Pringgitan, Jumat lalu, Suwardi menyoroti beberapa inisiatif. Salah satunya adalah proyek pembangunan Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP) di Kecamatan Sampung. Proyek ini diharapkan menjadi simbol pelestarian budaya.
Inisiatif ini mendapat perhatian serius dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Wapres Gibran sangat konsen terhadap Ponorogo, terutama dalam upaya penguatan ekosistem kebudayaan. Harapannya, Ponorogo dapat menjadi pusat kebudayaan nasional yang kokoh.
Komitmen Pelestarian Budaya dan Ekonomi Kreatif
Suwardi mengapresiasi komitmen Bupati Ponorogo dalam menjaga budaya. Ia menekankan bahwa Reog adalah puncak peradaban manusia yang berakar kuat di Ponorogo. Pembangunan museum Reog menjadi bukti nyata dari komitmen tersebut. Hal ini penting untuk menjaga warisan budaya yang telah tersebar ke seluruh dunia.
Stafsus Wapres juga mengungkapkan bahwa Wapres Gibran Rakabuming Raka memiliki perhatian besar. Terutama pada upaya penguatan ekosistem kebudayaan di Ponorogo. Keberadaan institusi kesenian yang sedang dirintis di daerah ini menjadi salah satu fokus perhatian serius dari pemerintah pusat.
"Reog ini adalah puncak peradaban manusia yang akarnya berada di Ponorogo dan tersebar ke seluruh dunia. Ini yang harus kita jaga," ujar Suwardi. Pernyataan ini menggarisbawahi betapa pentingnya peran Ponorogo sebagai pusat pelestarian dan pengembangan Reog.
Hasil kunjungan serta diskusi di Ponorogo ini akan segera dilaporkan kepada Wapres Gibran. Suwardi berharap Wapres dapat meninjau langsung progres pembangunan MRMP. Proyek ini diproyeksikan menjadi ikon kebudayaan nasional yang baru dan membanggakan.
Monumen Reog Ponorogo: Akar Peradaban dan Pengungkit Ekonomi
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menyambut baik kedatangan Stafsus Wapres. Ia menjelaskan bahwa pembangunan Monumen Reog dan Museum Peradaban adalah bagian dari strategi pemerintah daerah. Tujuannya adalah menjadikan budaya sebagai pengungkit utama ekonomi lokal yang berkelanjutan.
Sugiri menegaskan, "Kami sadar Ponorogo butuh percepatan di bidang budaya untuk menunjang ekonomi." Ia menambahkan bahwa meskipun cabang dan ranting Reog telah berkembang di berbagai tempat. Namun, akarnya yang asli tetap berada di Ponorogo, dan inilah yang harus dijaga.
Pemerintah Kabupaten Ponorogo saat ini tengah mempercepat pembangunan Monumen Reog dan Museum Peradaban. Proyek ini direncanakan memiliki ketinggian mencapai 126 meter. Lokasi pembangunannya berada di Kecamatan Sampung, yang strategis.
Proyek ambisius ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat pelestarian seni Reog yang otentik. Tetapi juga akan berfungsi sebagai ikon baru pariwisata Ponorogo yang menarik. Kehadirannya diproyeksikan mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara, sekaligus menggerakkan perekonomian daerah secara signifikan.
Pembangunan MRMP ini juga mencerminkan visi jangka panjang Pemkab Ponorogo. Yakni untuk mengintegrasikan warisan budaya dengan pengembangan pariwisata modern. Hal ini diharapkan menciptakan sinergi positif antara pelestarian budaya dan pertumbuhan ekonomi.
Sumber: AntaraNews