Dua Pendaki Ilegal Gunung Merapi Ditangkap, Ternyata Terinspirasi dari TikTok
Setelah ditangkap, kedua pendaki langsung dimintai keterangan di Kantor Balai TNGM.
Dua orang pendaki ilegal ditangkap petugas Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) usai nekat mendaki Gunung Merapi yang hingga kini masih ditutup untuk umum karena aktivitas vulkanik yang tinggi. Penangkapan dilakukan pada Minggu (15/6) lalu.
Kepala Balai TNGM Muhammad Wahyudi membenarkan penangkapan tersebut. Ia menjelaskan, setelah ditangkap, kedua pendaki langsung dimintai keterangan di Kantor Balai TNGM.
“Ini berawal dari kecurigaan petugas yang melihat ada dua sepeda motor terparkir di New Selo. Petugas kemudian menunggu dua orang itu di Bangsal Pacaosan,” ujar Wahyudi dalam keterangannya, Kamis (19/6).
“Keduanya ditangkap di Bangsal Pacaosan, di atas New Selo. Keduanya ditangkap usai turun mendaki dari atas,” sambungnya.
Terinspirasi dari TikTok
Wahyudi menyebut kedua pendaki berinisial A (20), warga Bantul, DIY, dan N (17), warga Ambarawa, Jawa Tengah. Mereka diketahui berkenalan lewat media sosial dan kemudian sepakat mendaki Gunung Merapi secara ilegal melalui jalur New Selo, Boyolali.
“Kepada seluruh pendaki ilegal ini selesai kita mintai keterangan akan diberikan sanksi,” tegas Wahyudi.
Disebutkan, keduanya mengaku nekat mendaki karena terinspirasi dari konten akun TikTok @chandra.kusuma.fa, yang memperlihatkan aktivitas pendakian ke puncak Gunung Merapi.
Muhammad Wahyudi menegaskan, pendakian Gunung Merapi masih resmi ditutup. Penutupan ini diberlakukan karena potensi bahaya yang masih tinggi akibat aktivitas vulkanik.
“Penutupan pendakian di Gunung Merapi ini untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan. Masyarakat kami imbau agar taat pada larangan pendakian Gunung Merapi ini,” tutupnya.