Dua Korban Tanah Longsor Subang Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup
Tim SAR gabungan berhasil menemukan dua korban tanah longsor di Subang, Jawa Barat, dalam kondisi meninggal dunia. Simak detail pencarian dan penutupan operasi SAR ini.
Dua individu yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat bencana tanah longsor di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, telah ditemukan. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah proses pencarian intensif. Peristiwa tragis ini menyoroti risiko bencana alam di wilayah tersebut.
Pencarian intensif dilakukan oleh tim SAR gabungan sejak pagi hari, melibatkan berbagai instansi dan peralatan canggih. Deputi Operasi Basarnas Edy Prakoso mengonfirmasi penemuan ini di Jakarta pada hari Sabtu. Upaya pencarian ini menunjukkan koordinasi yang kuat antar lembaga.
Identifikasi korban dilakukan setelah penemuan, memastikan keluarga mendapatkan kepastian mengenai nasib kerabat mereka. Operasi pencarian dan evakuasi ini menandai berakhirnya fase darurat di lokasi kejadian. Seluruh tim bekerja keras untuk menyelesaikan misi ini.
Proses Pencarian dan Penemuan Korban Tanah Longsor Subang
Proses pencarian dimulai pada Sabtu pagi dengan briefing tim SAR gabungan pada pukul 07.30 WIB untuk pembagian tugas. Deputi Operasi Basarnas Edy Prakoso menjelaskan, "Pada pukul 07.30 WIB tim SAR gabungan melaksanakan briefing dan pembagian tugas pencarian. Selanjutnya pukul 08.00 WIB dilakukan assessment area menggunakan drone thermal untuk mempercepat proses pencarian korban." Langkah awal ini sangat penting untuk memastikan efisiensi dan koordinasi dalam operasi.
Penggunaan drone thermal pada pukul 08.00 WIB menjadi strategi kunci untuk mempercepat proses pencarian. Teknologi ini membantu mengidentifikasi potensi lokasi korban di tengah material longsor. Pemanfaatan alat canggih ini sangat membantu dalam kondisi medan yang sulit.
Korban pertama, Winda Lianbong (20), ditemukan pada pukul 11.23 WIB di koordinat 6°46'37.2"S 107°45'07.7"E oleh Kantor SAR Bandung. Penemuan ini memberikan kepastian sekaligus duka bagi keluarga korban. Tidak lama kemudian, korban kedua, Alda Apriliani (22), juga berhasil ditemukan di lokasi yang tidak jauh dari penemuan pertama.
Setelah kedua korban tanah longsor Subang berhasil ditemukan, tim SAR gabungan segera melaksanakan proses evakuasi. Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menambahkan, "Seluruh korban telah berhasil dievakuasi pada pukul 12.59 WIB.” Jenazah kedua korban kemudian dibawa menuju rumah duka untuk proses selanjutnya.
Penutupan Operasi SAR dan Unsur Terlibat
Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR resmi diusulkan untuk ditutup. Penutupan ini dilakukan setelah pelaksanaan debriefing dan evaluasi menyeluruh pada pukul 13.10 WIB. Keputusan ini diambil setelah memastikan tidak ada lagi korban yang hilang.
Seluruh unsur SAR yang terlibat dalam penanganan bencana tanah longsor Subang kemudian dikembalikan ke kesatuan masing-masing. Koordinasi yang solid antar berbagai lembaga menjadi kunci keberhasilan operasi ini. Kerjasama ini patut diapresiasi.
Unsur-unsur yang terlibat dalam operasi SAR ini meliputi:
- Basarnas
- TNI
- Polri
- BPBD
- Damkar
- Tagana
- Unsur kesehatan
- Relawan
- Pemerintah desa
- Masyarakat setempat
Tim SAR gabungan juga didukung oleh sejumlah alut pendukung di antaranya kendaraan operasional Basarnas, motor trail, ambulance, palsar mountaineering, drone thermal, alat komunikasi, serta perlengkapan APD personal. Peralatan ini vital untuk menjangkau lokasi sulit dan memastikan keselamatan petugas.
Sumber: AntaraNews