DPRD Jambi Dorong Penguatan Infrastruktur Desa Penyangga KCBN Muarajambi untuk Pengakuan UNESCO
DPRD Jambi aktif menjembatani penguatan infrastruktur desa penyangga Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muarajambi demi meraih pengakuan UNESCO sebagai warisan dunia dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
DPRD Provinsi Jambi menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muarajambi. Langkah ini dilakukan melalui upaya penguatan infrastruktur di desa-desa penyangga kawasan tersebut. Tujuannya adalah agar KCBN Muarajambi dapat segera diakui oleh UNESCO sebagai warisan dunia.
Wakil Ketua I DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata, menegaskan pentingnya menjadikan desa-desa sekitar candi sebagai desa mandiri wisata. Infrastruktur yang memadai, lingkungan yang tertata, serta ekonomi masyarakat yang bergerak akan memperkuat nilai kawasan cagar budaya. Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi besar untuk mencapai pengakuan global.
Penguatan ini tidak hanya berfokus pada fisik candi, melainkan juga ekosistem sosial dan budaya masyarakat sekitar. UNESCO mempertimbangkan aspek-aspek tersebut dalam penilaiannya, sehingga desa yang mandiri dan tertata akan menjadi nilai tambah signifikan. DPRD Jambi hadir untuk menyerap aspirasi dan memperjuangkan pembangunan.
Strategi Penguatan Ekosistem Sosial dan Budaya KCBN Muarajambi
Ivan Wirata menjelaskan bahwa penguatan desa wisata penyangga kawasan Candi Muarajambi adalah bagian dari strategi besar. Strategi ini bertujuan agar kawasan tersebut dapat masuk dalam penilaian dan pengakuan sebagai cagar budaya dunia oleh UNESCO. Organisasi pelestarian kebudayaan tersebut tidak hanya menilai bangunan candi, tetapi juga memberikan bobot hitungan terhadap ekosistem sosial di sekitar kawasan.
DPRD Provinsi Jambi memastikan kehadirannya di tengah masyarakat untuk menyerap aspirasi. Mereka juga memperjuangkan pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat dan pelestarian nilai budaya daerah. Desa yang mandiri, bersih, dan tertata akan menjadi nilai tambah yang sangat penting dalam penilaian UNESCO.
Penguatan infrastruktur di desa-desa penyangga KCBN Muarajambi diharapkan dapat menciptakan desa mandiri wisata. Desa-desa ini akan memiliki infrastruktur yang baik, lingkungan tertata, dan ekonomi masyarakat yang bergerak. Hal ini secara langsung akan meningkatkan nilai kawasan cagar budaya tersebut.
Mendesaknya Pembangunan Turap Sungai Batanghari
Kepala Desa Muara Jambi, Abudzar, menyampaikan kebutuhan mendesak akan penahan stabilitas lereng (turap) dan penahan abrasi di bantaran Sungai Batanghari. Abrasi menjadi ancaman serius yang dapat membahayakan rumah warga dan bahkan bangunan candi yang berada di bibir sungai. Oleh karena itu, pembangunan ini menjadi prioritas utama.
Proposal pembangunan turap sungai telah diajukan kepada Kementerian PUPR. Dukungan dan pengawalan dari DPRD Provinsi Jambi sangat diharapkan agar realisasi pembangunan turap ini dapat segera terlaksana. Kehadiran turap akan melindungi aset budaya dan pemukiman warga dari dampak abrasi.
KCBN Muarajambi memiliki delapan desa penyangga yang beririsan langsung dengan cagar budaya terluas di Asia Tenggara ini. Desa-desa tersebut meliputi Desa Muara Jambi, Danolamo, Desa Baru, Kemingking Luar, Kemingking Dalam, Teluk Jambu, Dusun Mudo, dan Tebat Patah. Perlindungan infrastruktur di desa-desa ini esensial untuk menjaga kelestarian kawasan.
Sumber: AntaraNews