DPD RI Minta Pelaku Pembunuhan Nakes di Tambrauw Segera Serahkan Diri
Anggota DPD RI Paul Finsen Mayor mendesak pelaku pembunuhan nakes di Tambrauw untuk menyerahkan diri, sekaligus memastikan penanganan kasus ini berjalan transparan dan profesional.
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI daerah pemilihan Papua Barat Daya, Paul Finsen Mayor, mendesak para pelaku pembunuhan tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Tambrauw agar segera menyerahkan diri. Desakan ini disampaikan Paul Finsen Mayor pada Minggu (22/3/2026) sebagai respons atas insiden tragis tersebut. Ia menekankan pentingnya proses hukum yang tegas dan transparan bagi para pelaku kejahatan ini.
Paul Finsen Mayor juga mengimbau keluarga pelaku agar bersikap kooperatif dan membantu menyerahkan para terduga kepada Kepolisian Daerah Papua Barat Daya. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses hukum dan memberikan keadilan bagi korban serta masyarakat. Kasus ini dianggap sebagai tindak kriminal murni yang memerlukan penanganan serius dari aparat penegak hukum.
Insiden penyerangan yang menewaskan dua nakes ini terjadi di Kampung Jokbu, Distrik Bamusbama, Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat Daya, pada Senin (16/3/2026). DPD RI siap berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk penjemputan pelaku jika ada itikad baik untuk menyerahkan diri. Hal ini demi memastikan penanganan kasus berjalan secara profesional dan adil.
Desakan DPD RI untuk Penyerahan Diri Pelaku
Paul Finsen Mayor menegaskan bahwa kasus pembunuhan nakes di Tambrauw merupakan tindak kriminal murni yang harus ditangani secara tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Ia menekankan pentingnya penangkapan dan pemrosesan hukum bagi semua pihak yang terlibat. Penyerahan diri secara sukarela akan menjadi pilihan yang lebih baik bagi para pelaku.
Anggota DPD RI ini menyatakan kesiapannya untuk berkoordinasi dengan pihak kepolisian dalam memfasilitasi penyerahan diri pelaku. Koordinasi tersebut bertujuan untuk memastikan proses penanganan berjalan profesional dan tanpa hambatan. Paul Finsen Mayor berkomitmen untuk mengawal jalannya kasus ini.
Imbauan juga ditujukan kepada keluarga pelaku agar tidak menghalangi proses hukum. Kerjasama dari keluarga sangat diharapkan untuk membantu aparat dalam mengungkap kasus ini secara tuntas. Sikap kooperatif akan sangat membantu dalam menciptakan keadilan.
Apresiasi Kinerja Kepolisian dan Pendekatan Humanis
Paul Finsen Mayor menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Kepolisian Daerah Papua Barat Daya dalam menangani kasus ini. Upaya pengejaran terhadap para pelaku patut mendapat dukungan penuh dari semua pihak. Kinerja Polda Papua Barat Daya dinilai sangat sigap dalam merespons insiden tragis tersebut.
Ia juga secara khusus mendukung kepemimpinan Kapolda Papua Barat Daya yang dikenal mengedepankan pendekatan humanis. Pendekatan ini dianggap efektif dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Papua. Dukungan penuh diberikan untuk langkah-langkah kepolisian.
“Saya mendukung langkah kepolisian dalam mengungkap kasus ini dan menangkap pelaku,” ujar Paul Finsen Mayor. Pernyataan ini menunjukkan komitmen DPD RI untuk mendukung aparat dalam menjalankan tugasnya. Keamanan dan keadilan menjadi prioritas utama.
Perkembangan Penyelidikan dan Pengawasan Kasus
Hingga saat ini, aparat kepolisian masih terus melakukan pengejaran terhadap sejumlah terduga pelaku pembunuhan nakes. Proses penyelidikan masih berlangsung intensif untuk mengidentifikasi dan menangkap semua pihak yang bertanggung jawab. Informasi lebih rinci belum dapat disampaikan karena tahapan ini masih berjalan.
Sebagai lembaga perwakilan daerah, DPD RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan dan monitoring terhadap penanganan kasus ini. Pengawasan ini penting untuk memastikan proses berjalan transparan dan memberikan rasa keadilan. Masyarakat berhak mengetahui perkembangan kasus ini secara berkala.
DPD RI berharap kasus pembunuhan nakes ini dapat segera terungkap secara terang benderang. Pengungkapan cepat akan membantu mengembalikan situasi keamanan di wilayah Tambrauw menjadi kondusif. Keadilan harus ditegakkan demi ketenangan masyarakat.
Latar Belakang Insiden Tragis di Tambrauw
Insiden penyerangan yang menewaskan dua tenaga kesehatan terjadi pada Senin, 16 Maret 2026, sekitar pukul 11.37 WIT. Lokasi kejadian berada di Kampung Jokbu, Distrik Bamusbama, Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat Daya. Empat nakes menjadi korban penyerangan oleh orang tak dikenal (OTK) tersebut.
Dua dari empat nakes tersebut meninggal dunia akibat serangan brutal ini. Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban dan seluruh masyarakat. Kehadiran nakes sangat vital di daerah terpencil seperti Tambrauw.
Polda Papua Barat Daya telah berhasil mengamankan 12 orang terduga pelaku terkait insiden ini. Para terduga pelaku yang diamankan meliputi TY (28), LY (57), SY (19), AY (44) Kepala Kampung Banfot, MY (29) Kepala Kampung Bamusbama, serta BY, AY, TY, WY (49) PNS, PY (49), dan YJ. Penangkapan ini merupakan langkah awal penting dalam pengusutan kasus.
Sumber: AntaraNews