Dishub Cianjur Perketat Penertiban Truk ODOL dengan Pos Pelayanan Terpadu
Dishub Cianjur membangun pos pelayanan terpadu untuk memperketat penertiban truk ODOL Cianjur. Langkah ini bertujuan menekan kerusakan jalan dan angka kecelakaan, sejalan dengan kebijakan Pemprov Jabar.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, telah mengambil langkah proaktif dalam menekan angka kecelakaan dan kerusakan infrastruktur jalan. Mereka membangun pos pelayanan terpadu di sejumlah titik jalur utama Cianjur. Inisiatif ini bertujuan menunjang kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait penertiban kendaraan truk pengangkut barang dengan muatan berlebih atau Over Dimension Over Loading (ODOL).
Pos terpadu ini dilengkapi fasilitas lengkap seperti mobil derek, armada pemeliharaan jalan, ambulans, tenaga medis, dan petugas pengatur lalu lintas. Kepala Dishub Cianjur, Aris Haryanto, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan upaya serius untuk menekan kerusakan jalan. Selain itu, langkah ini juga diharapkan dapat menurunkan angka kecelakaan lalu lintas yang kerap melibatkan truk ODOL.
Setiap perusahaan angkutan barang diwajibkan untuk memastikan berat dan dimensi muatan sesuai aturan sebelum beroperasi. Penertiban truk ODOL Cianjur ini menjadi fokus utama. Pihak Dishub akan memperkuat pengawasan di lapangan untuk memastikan kepatuhan semua pihak terhadap regulasi yang berlaku demi keselamatan bersama.
Pengawasan Ketat dan Fasilitas Pendukung Penertiban Truk ODOL
Penertiban truk ODOL Cianjur menjadi prioritas Dishub setempat. Aris Haryanto menegaskan, "Kebijakan yang dilakukan Pemprov Jabar merupakan upaya untuk menekan kerusakan jalan dan menurunkan angka kecelakaan lalu lintas, sehingga setiap perusahaan angkutan barang wajib mematuhinya termasuk di Cianjur." Pengawasan ketat ini diharapkan menciptakan efek jera bagi pelanggar.
Untuk memperkuat pengawasan, pos pelayanan terpadu dibangun di beberapa lokasi strategis. Pos ini tidak hanya berfungsi sebagai titik pemeriksaan, tetapi juga pusat koordinasi. Fasilitas seperti mobil derek dan armada pemeliharaan jalan siap siaga. Keberadaan ambulans dan tenaga medis juga memastikan penanganan cepat jika terjadi insiden.
Petugas pengatur lalu lintas akan aktif mengarahkan kendaraan. Selama ini, pelanggaran tonase masih marak dilakukan oleh pemilik jasa angkutan barang yang melintas di Cianjur. Oleh karena itu, kendaraan besar dengan muatan berlebih akan diarahkan ke jalur alternatif yang telah ditentukan.
Upaya Menekan Pelanggaran dan Meningkatkan Keselamatan Lalu Lintas
Meskipun memiliki keterbatasan kewenangan dalam penahanan kendaraan, Dishub Cianjur tetap fokus pada pengawasan dan pengaturan arus. Aris Haryanto menyatakan, "Kami memiliki keterbatasan kewenangan untuk melakukan penahanan kendaraan pelanggar ODOL, sehingga dilakukan pengawasan dan pengaturan arus kendaraan agar taat aturan, mereka yang terjaring diarahkan ke jalur alternatif." Ini adalah strategi untuk memastikan kepatuhan.
Penerapan kebijakan penertiban truk ODOL Cianjur ini diharapkan membawa dampak positif signifikan. Dishub Cianjur berharap dapat mengurangi kerusakan infrastruktur jalan secara drastis. Selain itu, umur jalan juga akan lebih panjang, menghemat anggaran perbaikan. Paling penting, keselamatan berlalu lintas di Kabupaten Cianjur akan meningkat.
Tidak hanya truk ODOL, Dishub Cianjur juga meningkatkan pemeriksaan kendaraan umum lainnya. Sejak beberapa pekan terakhir, bus dan truk yang melintas serta masuk terminal Cianjur diperiksa kelaikannya. Ini termasuk memastikan kondisi kesehatan para sopir. Berbagai upaya antisipasi ini dilakukan untuk menekan angka kecelakaan, terutama yang melibatkan kendaraan umum.
Sumber: AntaraNews