Dinkes Depok Perkuat Layanan Kesehatan Korban Kekerasan: Tenaga Medis Dilatih Penanganan Komprehensif
Dinas Kesehatan (Dinkes) Depok serius tingkatkan Layanan Kesehatan Korban Kekerasan Perempuan dan Anak (KTPA) serta TPPO melalui pelatihan komprehensif bagi tenaga medis.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat sistem perlindungan korban kekerasan. Mereka secara serius meningkatkan layanan kesehatan bagi korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (KTPA) serta Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Inisiatif ini bertujuan memastikan setiap korban mendapatkan penanganan medis yang aman, profesional, dan penuh empati di seluruh fasilitas kesehatan.
Peningkatan kapasitas tenaga kesehatan (nakes) menjadi fokus utama dalam upaya ini. Kepala Dinkes Kota Depok, Mary Liziawati, menegaskan bahwa KTPA dan TPPO adalah masalah serius yang memerlukan respons cepat dari berbagai sektor. Oleh karena itu, nakes harus dibekali kemampuan mumpuni mulai dari penanganan awal hingga pemulihan psikososial korban.
Langkah konkret diwujudkan melalui serangkaian pelatihan komprehensif yang dirancang khusus. Pelatihan ini melibatkan nakes dari 38 Puskesmas dan 4 Rumah Sakit di Kota Depok. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan adil bagi seluruh warga Depok yang membutuhkan.
Pentingnya Respons Cepat dan Empati dalam Penanganan Korban
Mary Liziawati menekankan bahwa korban kekerasan berhak mendapat layanan kesehatan yang aman dan profesional. Respons cepat dari sektor kesehatan sangat krusial dalam menangani kasus KTPA dan TPPO. Tenaga kesehatan diharapkan memiliki empati tinggi saat berinteraksi dengan para korban.
Masalah KTPA dan TPPO bukan hanya isu sosial, tetapi juga memerlukan intervensi medis yang tepat. Penanganan yang komprehensif sangat dibutuhkan untuk memastikan pemulihan fisik dan mental korban. Dinkes Depok berupaya keras memenuhi kebutuhan ini.
Peningkatan kapasitas nakes menjadi kunci utama dalam mewujudkan layanan ini. Mereka dilatih untuk memberikan penanganan yang berpihak pada korban. Sensitivitas terhadap situasi korban adalah prioritas utama.
Pelatihan Komprehensif untuk Tenaga Kesehatan Depok
Dinkes Depok menyelenggarakan Pelatihan Pelayanan Kesehatan bagi Korban KTPA dan TPPO. Pelatihan ini dilaksanakan dalam dua angkatan, masing-masing diikuti oleh 30 peserta. Angkatan pertama berlangsung pada 9 hingga 13 November 2025, sementara angkatan kedua pada 10 hingga 14 November 2025.
Peserta pelatihan berasal dari 38 Puskesmas dan 4 Rumah Sakit yang tersebar di Kota Depok. Kurikulum pelatihan dirancang secara terintegrasi dan mencakup berbagai aspek penting. Ini termasuk penanganan fisik, pemeriksaan medis, serta manajemen trauma psikologis.
Selain itu, pelatihan juga membekali nakes dengan pengetahuan tentang mekanisme rujukan dan pendampingan korban. Mary Liziawati berharap fasilitas kesehatan di Depok siap memberikan layanan ramah korban. Perlindungan korban dimulai dari tenaga kesehatan yang terlatih dan memiliki sensitivitas.
Dengan adanya pelatihan ini, sistem respons layanan kesehatan akan semakin kuat. Hal ini akan mendorong terciptanya lingkungan yang lebih aman dan manusiawi. Seluruh warga Depok diharapkan dapat merasakan manfaat dari peningkatan layanan ini.
Sumber: AntaraNews