Datangi Kamar Jenazah, Tangis Orangtua SA Pecah Tak Menyangka Anaknya Korban Mutilasi di Serang
Dia tak menyangka putri kesayanganya dihabisi secara sadis oleh ML, pacar SA.
Tangis orangtua, SA (19) korban mutilasi di Serang pecah ketika mendatangi mendatangi RS Bhayangkara Polda Banten, Senin (20/4). Dia tak menyangka putri kesayanganya dihabisi secara sadis oleh ML, pacar SA.
Mastura dan Samsiah didampingi sejumlah kerabat mendatangi RS Bhayangkara pukul 11.10 Wib.
Saat proses pengambilan DNA untuk pencocokan, Mastura sempat menolak untuk melihat jenazah. Namun, setelah dipastikan jenazah adalah SA, air matanya tak tertahankan.
"Awalnya belum yakin, pas sudah 80 persen, mau melihat," ujar Jamain, paman korban saat ditemui di RS Bhayangkara.
Siti Amelia (19) adalah korban mutilasi yang dilakukan oleh kekasihnya, Mulyana warga Kampung Baru Ciberuk, RT 004, RW 002, Desa Gunungsari, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Serang.
SA dibunuh karena ML tak mau bertanggung jawab menikahi setelah tahu kekasihnya itu berbadan dua.
Dia merencanakan pembunuhan itu dengan matang. Modus awalnya, mengajak SA keluar untuk mencari bakso. Tiba di lokasi, SA dicekik. Dalam keadaan setengah hidup, SA dibiarkan begitu saja.
Sementara ML pulang ke rumahnya mengambil parang dan golok, lalu memutilasi SA kemudian membuat beberapa bagian tubuh wanita muda itu ke sungai.