Cak Imin: Apakah Larangan Bermedia Sosial di Pesantren Indonesia Masih Relevan?
Dia meminta pesantren membuka mata agar bisa bersaing di kancah global.
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) hadir di Kertanegara saat Prabowo Subianto memanggil calon menteri di kabinet mendatang. (Liputan6.com/Khofifah Azzahro)
(@ 2024 merdeka.com)Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) meminta pondok pesantren menyesuaikan diri di tengah kemajuan teknologi. Dia meminta pesantren membuka mata agar bisa bersaing di kancah global.
"Ponpes harus mulai membuka mata untuk memperbaiki dan menyempurnakan diri, dari berbagai kelebihan terjaga, tapi dari sisi lain tumbuh berkembang sesuai tantangan zaman," kata Cak Imin dalam keterangannya jelang Konferensi Internasional Transformasi Pesantren (KITP) yang akan digelar PKB, Jumat (20/6).
Menurut Menko Pemberdayaan Masyarakat ini mendorong transformasi pesantren lantaran di kawasan ASEAN hingga belahan dunia lain sudah mengantisipasi perubahan zaman.
Cak Imin sendiri mempertanyakan apakah larangan bermedia sosial di pesantren Indonesia masih relevan. Padahal, di beberapa negara sudah menggunakan teknologi sebagai orientasi utama.
"Semua mengalami penyesesuaian. Di beberapa negara bahkan ada yang menggunakan teknologi sebagai orientasi utamanya," ucapnya.
"Ada yang melarang bermedsos apakah masih relevan, dan seterusnya. Itulah bagian dari penyesuaian," sambungnya.
Transformasi Pesantren
Cak Imin menilai, pendidikan di Indonesia sendiri sudah mengalami revitalisasi dan kontekstualisasi dari perubahan zaman. Hal itu terlihat ketika Nadiem Makarim menjabat sebagai Mendikbud kala itu.
Dalam konteks itulah, kata Cak Imin, PKB menganggap penting untuk melakukan transformasi bagi pesantren.
"Harus ada yg digeser orientasi dan penyempurnaannya dalam sistem pendidikan pesantren kita, dari mulai kurikulumnya, pendekatan metodelogisnya, kemudian sistem belajar mengajarnya mau kita evaluasi," pungkasnya.
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akan menggelar Konferensi Internasional bertema "Pesantren Berkelas Menuju Indonesia Emas: Menyatukan Tradisi, Inovasi, dan Kemandirian" pada 24–26 Juni 2025 di Hotel Sahid, Jakarta.
Acara ini akan menghadirkan sejumlah narasumber ternama, antara lain Ketua Dewan Syura DPP PKB, Ketua Umum DPP PKB, Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj, Prof. Dr. Nasaruddin Umar (Menteri Agama RI), Prof. Dr. Abdul Mu’ti (Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI), dan Prof. Stella Christie (Wamen Pendidikan Tinggi RI).