Bupati Banyuwangi Ajak Umat Tri Dharma Jaga Harmoni Keberagaman
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyerukan pentingnya menjaga harmoni keberagaman di tengah masyarakat, khususnya saat perayaan HUT ke-242 Klenteng Hoo Tong Bio, untuk mewujudkan persatuan di Banyuwangi.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengajak seluruh umat Tri Dharma untuk bersama-sama menjaga harmoni dalam keberagaman masyarakat pada momentum perayaan HUT Ke-242 Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Klenteng Hoo Tong Bio Banyuwangi, Jawa Timur. Ajakan ini disampaikan Ipuk saat menghadiri rangkaian peringatan hari kebesaran Yang Mulia Kongco Tan Hu Cin Jin di klenteng tersebut pada Sabtu.
Menurut Ipuk, harmoni adalah nilai paling utama yang mengajarkan bahwa dalam perbedaan keyakinan dan budaya, menjaga harmoni menjadi hal yang esensial. Ia menekankan bahwa harmoni akan melahirkan perdamaian, yang pada gilirannya menjadi dasar kesejahteraan rakyat.
Pesan ini sejalan dengan ajaran sosok Yang Mulia Kongco Tan Hu Cin Jin yang senantiasa memberikan kebajikan, keteladanan, serta pengabdian. Bupati Ipuk juga berharap kegiatan keagamaan ini mampu mempererat tali persaudaraan serta melestarikan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Pentingnya Harmoni dalam Perbedaan Keyakinan
Bupati Ipuk Fiestiandani secara tegas menyatakan bahwa harmoni merupakan nilai fundamental yang harus dijaga oleh seluruh elemen masyarakat. Dalam konteks keberagaman keyakinan dan budaya di Banyuwangi, harmoni menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan yang damai dan saling menghormati. Pesan ini relevan mengingat Indonesia memiliki spektrum budaya dan agama yang kaya.
Ipuk menambahkan bahwa perdamaian yang lahir dari harmoni akan menjadi fondasi kuat bagi kesejahteraan seluruh masyarakat Banyuwangi. Hal ini terinspirasi dari ajaran Yang Mulia Kongco Tan Hu Cin Jin yang selalu mengedepankan kebajikan dan pengabdian kepada sesama. Keteladanan tersebut diharapkan dapat terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ipuk juga menyampaikan harapannya agar doa-doa yang dipanjatkan dalam kegiatan perayaan ini membawa keberkahan, kedamaian, dan kemakmuran bagi Banyuwangi. Partisipasi aktif dari berbagai pihak diharapkan dapat memperkuat semangat persatuan.
Sinergi dan Pelestarian Nilai Luhur di Klenteng Hoo Tong Bio
Ketua TITD Hoo Tong Bio Banyuwangi, Sylvia Ekawati, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan perayaan HUT Ke-242 klenteng. Ia juga mengapresiasi dukungan dari semua pihak yang telah berkontribusi sehingga acara dapat berjalan dengan sukses dan meriah. Sinergi dan gotong royong komunitas menjadi pilar utama eksistensi klenteng ini.
Sylvia menjelaskan bahwa perayaan tahun ini mengusung konsep unik bernama "euni kimsin". Konsep ini mengharuskan setiap klenteng yang datang membawa rupang atau patung dewa-dewi masing-masing ke altar Yang Mulia Kongco Tan Hu Cin Jin di Klenteng Hoo Tong Bio Banyuwangi. Hal ini bertujuan untuk mempererat hubungan spiritual antar umat.
Disebutkan bahwa sebanyak delapan klenteng dari berbagai wilayah di Indonesia turut berpartisipasi dalam perayaan ini. Kehadiran patung dewa-dewi dari berbagai klenteng ini tidak hanya memperkaya prosesi, tetapi juga mempererat hubungan antarpengurus serta seluruh umat Tri Dharma. Ini menunjukkan semangat kebersamaan yang kuat.
Sylvia berharap Klenteng Hoo Tong Bio terus menjadi rumah yang teduh bagi umat, pusat pelestarian tradisi, dan wadah untuk menebar kebajikan di tengah masyarakat. Ia menekankan pentingnya menjadikan momentum ini untuk memperkuat sikap saling menghormati dan toleransi di tengah keberagaman yang ada.
Sumber: AntaraNews