BKHIT Maluku Edukasi Mahasiswa Uji Mutu Pangan dan Pengawasan Karantina
BKHIT Maluku edukasi mahasiswa Unpatti dan Banda Neira tentang uji mutu pangan dan pengawasan karantina, perkuat keamanan produk hewan, ikan, dan tumbuhan.
Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Maluku telah menyelenggarakan pelatihan penting bagi mahasiswa di Ambon. Kegiatan ini fokus pada metode uji mutu pangan dan pengawasan karantina melalui program khusus. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda tentang keamanan produk sebelum beredar di masyarakat.
Pelatihan ini melibatkan mahasiswa dari Universitas Pattimura (Unpatti) dan Universitas Banda Neira. Mereka dibekali pengetahuan mengenai uji Angka Lempeng Total (ALT) serta pembentukan panelis organoleptik terlatih. Langkah strategis ini diharapkan memperkuat kompetensi teknis di bidang pangan.
Kepala BKHIT Maluku, Abdur Rohman, menyatakan bahwa penguatan kompetensi sangat esensial. Hal ini untuk memastikan produk pangan memenuhi standar keamanan yang berlaku. Mahasiswa perlu dibekali kemampuan ini sejak dini agar memiliki kepekaan terhadap mutu pangan.
Pentingnya Pengujian Mutu Pangan dan Karantina
Abdur Rohman menekankan pentingnya pelatihan ini sebagai langkah strategis. Tujuannya adalah memperluas pemahaman generasi muda tentang menjaga kualitas pangan. Ini mencakup produk asal hewan, ikan, dan tumbuhan sebelum beredar.
Penguatan kompetensi teknis, termasuk kemampuan uji laboratorium, sangat krusial. Penilaian organoleptik juga penting dalam memastikan produk memenuhi standar. Mahasiswa dibekali sejak dini agar memiliki kepekaan terhadap mutu pangan.
Uji Angka Lempeng Total (ALT) merupakan metode laboratorium vital. Metode ini berfungsi menilai tingkat kebersihan mikrobiologis suatu produk pangan. Ini adalah bagian integral dari pengawasan keamanan pangan.
Pembentukan panelis organoleptik terlatih bertujuan melatih peserta. Mereka menilai karakteristik sensori seperti warna, aroma, rasa, dan tekstur. Penilaian ini dilakukan pada produk pangan asal hewan untuk memastikan kualitas.
Kolaborasi Strategis dengan Perguruan Tinggi
Kegiatan ini sejalan dengan tugas Badan Karantina Indonesia. Fokus utamanya adalah pengawasan dan pengendalian mutu serta keamanan produk. Produk hewan, ikan, dan tumbuhan harus aman sebelum dikonsumsi masyarakat.
Kolaborasi dengan mahasiswa dianggap sangat penting oleh Abdur Rohman. Ini bertujuan menumbuhkan minat generasi muda terhadap pengujian mutu pangan. Fungsi karantina juga menjadi perhatian utama dalam edukasi ini.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber ahli dari Balai Besar Uji Standar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BBUSKHIT), Marjono. Ia menyampaikan materi terkait teknik ALT dan standar penilaian organoleptik. Kehadiran narasumber ini memperkaya wawasan peserta.
Melalui kegiatan ini, seluruh peserta diharapkan mampu menerapkan metode pengujian sesuai standar. Mereka juga diharapkan memahami peran penting karantina. Hal ini krusial dalam menjaga keamanan pangan di Indonesia.
Sumber: AntaraNews