Berkaca dari Kasus Bupati Indramayu Lucky Hakim, Wamendagri Bima Arya Ingatkan Cuti Bersama untuk Rakyat bukan Pejabat
Wamendagri Bima Arya minta kasus Bupati Indramayu, Lucky Hakim, yang jalan-jalan ke Jepang tanpa izin, dijadikan sebagai pembelajaran.
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mewati-wanti kepala daerah untuk tak seenaknya plesiran saat cuti bersama. Dia minta kasus Bupati Indramayu, Lucky Hakim, yang jalan-jalan ke Jepang tanpa izin, dijadikan sebagai pembelajaran.
"Kepada seluruh Kepala Daerah untuk memahami ini, menjadikan peristiwa ini sebagai pembelajaran bagi semua bahwa cuti bersama itu adalah untuk rakyat dan bukan untuk pejabat," kata Bima Arya Sugiarto kepada wartawan di Ditjen Bina Pemerintahan Desa Pasar Minggu, Selasa (22/4) sore.
Kepala Daerah Bertugas Jadi Pelayanan Publik
Bima mengatakan, kepala daerah adalah tugas pelayanan publik tanpa henti yang harus dipahami seluruh kepala daerah. Bima mengingatkan, kepala daerah wajib meminta izin jika mau ke luar kota maupun luar negeri.
"Untuk Bupati Wali Kota dan kepada Presiden untuk Gubernur. Apapun tujuannya, ke manapun tujuannya dan kapanpun pelaksananya wajib," ucap dia.
Langkah Kemendagri Cegah Kasus Terulang
Bima menegaskan, seandainya ada kepala daerah yang lalai terkait hal ini maka Tim Inspektorat siap untuk melakukan penindakan.
"Tim Inspektorat akan menindaklanjuti dan mendalami berdasarkan kesalahannya dan fakta-fakta tadi," ujar dia.
Guna mencegah kejadian serupa terulang, Bima mengatakan, Kemendagri bakal bikin Surat Edaran khusus untuk kepala daerah.
"Sekaligus Kementerian Dalam Negeri meminta kepada seluruh Kepala Daerah untuk lebih lagi mendalami dan menghayati tugas-tugas pokok sebagai Kepala Daerah yang bukan paruh waktu dan betul-betul melihat semua prosedur dari jalannya tata kelola politik pemerintahan agar bisa ditaati dan dipahami. Dan ini tentunya kami hari ini sampaikan kepada yang bersangkutan untuk dilaksanakan," tandas dia.