Begini Nasib Polisi yang Paksa dan Aniaya Pencari Bekicot Agar Ngaku Mencuri
Sandi menyatakan, Polri kini selalu transparan dalam menindak anggota yang melanggar aturan.
Mabes Polri menanggapi kisruh polisi yang memaksa pencari bekicot di Grobogan mengaku telah mencuri sambil melakukan kekerasan fisik. Belakangan, nyatanya hal itu merupakan kasus salah tangkap.
“Jadi sekali lagi, semuanya yang melanggar ketentuan sudah diverifikasi, sudah diperiksa Propam, bahkan yang periksa bukan cuma Propam, Itwasum juga ikut turun,” tutur Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho kepada wartawan, Selasa (11/3).
Sandi menyatakan, Polri kini selalu transparan dalam menindak anggota yang melanggar aturan. Sebab, selain pengawasan internal juga ada dari eksternal hingga sosial media.
“Ada teman-teman dari netizen semuanya. Kita minta dengan hormat untuk bisa awasi Polri, tegur Polri, dan tolong bisa lebih baik ke depan apabila ada yang melanggar,” jelas dia.
“Namun sebaliknya, apabila ada anggota Polri yang berprestasi, melaksanakan tugas dengan baik, tolong juga diangkat jadi kita beri reward,” sambungnya.
Video Intimidasi Viral
Video seorang pria yang diduga polisi sedang membentak-bentak dan mencekik seseorang beredar viral di dunia maya. Belakangan diketahui, pria yang diinterogasi tersebut adalah pencari bekicot baru, yang disangka mencuri alias korban salah tangkap.
Video berdurasi 0.27 detik, menunjukan polisi mengintrogasi pria tersebut di rumah warga. Sementara, warga menonton dan merekam interogasi tersebut.
Gambar dalam video diketahui merupakan Kusyanto warga Desa Dimoro, Kabupaten Grobogan. Pria yang berprofesi sebagai pencari bekicot diinterogasi di rumah salah satu warga oleh pria berinisial IR yakni anggota Polsek Geyer, Polres Grobogan.
Diketahui, penangkapan Kusyanto terjadi pada Minggu (2/3/2025), sekitar pukul 22.00WIB.
Leher Dicekik Tangan Diikat
Dalam rekaman video, Kusyanto yang mengenakan baju biru dan kain penutup kepala hanya duduk pasrah saat tangan polisi mencekik leher dan terus membentak memintanya mengaku tindakan pencurian yang dituduhkan kepadanya.
Kusyanto yang pasrah di tengah intimidasi hanya diam tidak mengeluarkan bantahan maupun perlawanan selama diinterogasi dengan dicekik dan dibentak oleh oknum polisi itu.
Kusyanto yang duduk di kursi dengan kedua tangannya terikat di belakang itu diinterogasi oleh IR yang berdiri di hadapannya. Mulut Kusyanto lantas dicengkeram IR menggunakan salah satu tangan hingga wajahnya mendongak ke atas.
Tampak dalam vidio oknum polisi juga mencekik leher Kusyanto dengan tangannya diikuti kepalan tangan kanan IR yang menekan jidat Kusyanto. Aksi tak pantas itu dilakukan di ruang tamu hingga menjadi tontonan warga sekitar.
"Hey, Hey Ngaku rak ! ngaku rak ! hey ! hey ! hey !. Saiki diesel mbok dolok ndi? (sekarang diesel kamu taruh mana)," teriak IR dengan posisi masih mencekik Kusyanto.
"Mboten pak mboten," lirih Kusyanto memohon.
Ternyata Tak Terbukti
Rampung diinterogasi, Kusyanto kemudian langsung digelandang IR ke Mapolsek Geyer untuk pemeriksaan lebih lanjut. Motor Honda Verza milik Kusyanto juga disita.
Ironis, hasil penyidikan Satreskrim Polsek Geyer ternyata menyebutkan Kusyanto tidak terbukti melakukan pencurian pompa air.
"Kusyanto tidak bersalah dan tuduhan pencurian itu tidak bisa dibuktikan. Kusyanto benar-benar pencari bekicot. Di bronjong motornya juga masih ada banyak bekicot. Anggota kami Aipda IR telah salah langkah," terang penyidik Satreskrim Polsek Geyer yang enggan identitasnya dipublikasikan.