Basuki Hadimuljono Pamer Enam Progres Pembangunan IKN di Depan DPR, Ini Daftarnya
Hal itu disampaikan Basuki saat rapat bareng dengan Komisi II DPR mengenai laporan keuangan Otorita Ibu Kota Nusantara tahun 2024.
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara Mochamad Basuki Hadimoeljono memamerkan progres pembangunan IKN tahun 2024. Hal itu disampaikan Basuki saat rapat bareng dengan Komisi II DPR mengenai laporan keuangan Otorita Ibu Kota Nusantara tahun 2024.
Basuki mengatakan, ada enam progres pembangunan IKN dari APBN tahun 2024 senilai Rp672,11 miliar. Pembangunan itu merupakan program prioritas nasional dan pembangunan desa.
Menurut Basuki, pertama melakukan pengelolaan gedung-gedung kawasan dan perkantoran yang telah diserahkan dari Kementerian PU dan Kementerian Perumahan pada Otorita. Kemudian penanggulangan bencana dan proteksi kebakaran berupa pembangunan gudang logistik peralatan dan pos-pos pengamanan," kata Basuki saat rapat bareng Komisi II DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (8/7).
Pembangunan selanjutnya yaitu transportasi publik untuk Kawasan Inti Pusat Pemerintahan Ibu Kota Nusantara (KIPP IKN). Lalu pembangunan dan dan pemanfaatan sumber daya alam pertanian serta perencanaan infrastruktur lingkungan hidup yaitu merehabilitasi hutan konservasi flora dan fauna.
Kemudian pengembangan dan peningkatan Sumber Daya Manusia yaitu dengan peningkatan melalui kegiatan pelatihan-pelatihan dan pengembangan teknologi dan inovasi untuk sistem informasi layanan mobil spesial kota cerdas.
"Pelaksanaan program kerja tersebut sampai dengan 31 Desember 2024 telah mencapai 100 persen dapat dilaksanakan semuanya dengan progres penyerapan anggaran sebesar 93,17 persen atau senilai Rp626,24 miliar dari pagu Rp672,11 miliar," kata Basuki.
Aset IKN
Selain pembangunan, Basuki menuturkan, aset tetap yang dimiliki Otorita Ibu Kota Nusantara per 31 Desember 2024 senilai Rp1,4 triliun. Dengan rincian tanah seluas 2,2 juta meter persegi atau senilai Rp710,97 miliar.
"Kedua aset berupa peralatan dan mesin senilai Rp65,55 miliar. Ketiga gedung dan bangunan senilai Rp618,7 miliar dan aset tetap lainnya Rp5,6 miliar," kata Basuki.