LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA
  2. NASIONAL

Bareskrim Buru Polisi yang Terlibat Jaringan Narkoba di Samarinda Usai Tangkap Bripka Dedy

Bripka Dedy diduga berperan sebagai pengintai dalam jaringan tersebut.

Jumat, 05 Jun 2026 18:20:14
bareskrim
Bareskrim Buru Polisi yang Terlibat Jaringan Narkoba di Samarinda Usai Tangkap Bripka Dedy (merdeka.com)
Advertisement

Bareskrim Polri menegaskan akan menindak tegas dan menangkap seluruh oknum anggota kepolisian yang terbukti terlibat dalam jaringan peredaran narkotika di kawasan Gang Langgar, Samarinda, Kalimantan Timur. Penegasan itu disampaikan setelah penyidik mengamankan seorang anggota polisi berinisial Bripka Dedy yang diduga berperan sebagai pengintai dalam jaringan tersebut.

"Untuk semua oknum yang terlibat dalam peredaran narkotika, sesuai perintah dan petunjuk pimpinan, akan semua kita tangkap," ungkap Kepala Unit III Subdirektorat IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Kompol Drago, di Gedung Bareskrim Polri, Jumat (5/6/2026).

Meski demikian, Drago menyebut hingga saat ini penyidik baru menemukan satu anggota polisi yang diduga terlibat, yakni Bripka Dedy. Namun, penyelidikan masih terus dikembangkan untuk menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lainnya.

"Sementara ini baru satu yang sudah kita ketahui dan pasti akan kita dalami lebih lanjut dan mungkin akan ada pengembangan pengembangan selanjutnya," ucapnya.

Advertisement

Bripka Dedy Diduga Berperan Sebagai Pengintai

Dalam pengungkapan kasus ini, Bripka Dedy diduga memiliki peran sebagai pengintai atau "sniper" yang bertugas memantau situasi di sekitar lokasi transaksi narkoba.

"Ya, untuk peran dari yang bersangkutan sendiri ini sebagai 'sniper', yang mana 'sniper' ini tugasnya adalah memberitahu atau mengawasi apabila ada konsumen yang gerak-geriknya mencurigakan," ujar Drago.

Advertisement

Ia menjelaskan, istilah "sniper" yang digunakan bukan merujuk pada penembak jitu, melainkan orang yang bertugas mengawasi aktivitas di sekitar lokasi peredaran narkotika. Perannya mencakup memantau kondisi di sejumlah titik, mengendus kedatangan aparat penegak hukum, hingga memberikan informasi jika akan ada razia.

Gunakan HT untuk Pantau Kedatangan Aparat

Menurut Drago, jaringan peredaran narkoba di Gang Langgar memiliki sistem pengawasan yang cukup terstruktur. Para pelaku disebut menggunakan handy talky (HT) untuk berkomunikasi dan saling memberikan informasi secara cepat.

“Jadi untuk 'sniper' itu dia berdiri atau memposisikan dirinya di dalam Gang Langgar itu dengan ada di beberapa titik, yang mana masing-masing titik itu menggunakan alat komunikasi berupa handy talky (HT). Jadi dari depan gang sampai dengan tempat transaksi narkoba itu, itu semua pegang handy talky,” kata Drago.

Dengan sistem tersebut, setiap pergerakan orang yang masuk ke kawasan tersebut dapat dipantau dan dilaporkan secara berantai hingga ke lokasi transaksi.

Jaringan Beroperasi Empat Tahun dengan Omzet Fantastis

Kasus ini terungkap setelah Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri melakukan operasi penggerebekan di kawasan Gang Langgar, Samarinda, Kalimantan Timur. Operasi tersebut melibatkan tim gabungan dari Subdit IV dan Satgas NIC Dittipidnarkoba Bareskrim Polri.

Dalam penggerebekan itu, penyidik berhasil menangkap 11 tersangka dan menyita sejumlah barang bukti narkotika.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso, mengungkapkan bahwa jaringan tersebut diduga telah beroperasi selama sekitar empat tahun dan menghasilkan omzet yang sangat besar.

"Omzet penjualan narkoba sehari Rp 150-200 juta," kata Eko.

Advertisement

Penyidik kini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat, termasuk kemungkinan adanya oknum aparat lain yang ikut membantu kelancaran operasional jaringan narkoba tersebut.

Berita Terbaru
  • Terungkap! Begini Peran Bripka Dedy dalam Membekingi Kampung Narkoba di Samarinda
  • Bareskrim Buru Polisi yang Terlibat Jaringan Narkoba di Samarinda Usai Tangkap Bripka Dedy
  • Gubernur Pramono Ungkap Pendapatan Pajak DKI Stabil di Tengah Tekanan Ekonomi, Ini Faktor Pendorongnya
  • Reaksi Kuasa Hukum Rumah Silmy Karim Digeledah KPK, Bantah Kliennya Sulit Dicari
  • Rebalancing MSCI dan FTSE Berpotensi Pengaruhi Bursa, OJK Perkuat Pengawasan
  • bareskrim
  • berita update
  • narkoba
  • narkotika
  • polisi narkoba
  • samarinda
Artikel ini ditulis oleh
Editor Dani Mardanih
R
Reporter Rifqy Alief Abiyya
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.